Menanam Tanaman Hias Kriminil (Alternanthera ficoida)

Kita sering menjumpai taman-taman yang ditutupi dengan tanaman-tanaman pendek. Jenis yang lazim dijumpai adalah rerumputan. Jenis-jenis lainnya seperti krokot dan alternantera. Bosan dengan tanaman penutup tanah berwarna hijau? ada solusinya, yaitu menanam tanaman hias kriminil (Altenanthera ficoida). Tanaman penutup tanah ini memiliki daun berwarna-warni. Warna daunnya ada yang merah, hijau, kuning dan kombinasi warna-warna tersebut.

Tanaman hias Alternanthera ficoida ermasuk alternantera berjenis pendek. Warna daunnya yang merah membuat tanaman ini terlihat menarik. Selain merah, ada juga yang berwarna hijau atau hijau kekuningan. Tanaman ini sangat mudah beradaptasi di segala macam kondisi lingkungan.
Tanaman hias kriminil (Alternantera ficoida)
Kriminil (Alternanthera ficoida)
Kriminil yang ditanam pada tempat yang sering terpapar sinar matahari akan didominasi warna daun merah. Kriminil yang ditanam di tempat yang kurang paparan sinar matahari akan didominasi warna daun hijau kekuningan. Jika di tempat yang paparan sinar mataharinya sedang, Warna daun merah, kuning dan hijau akan berimbang.
Perubahan warna daun kriminil bisa sebagai indikator intensitas sinar matahari 
Untuk bisa menanam tanaman hias kriminil (Alternanthera ficoida), tidak butuh banyak persyaratan rumit. Perawatan dan pemeliharaannya juga mudah. Tanaman penutup tanah ini tahan dengan kondisi yang kekurangan air. Hama dan penyakit yang menyeran tanaman ini relatif minim. Bekicot, belalang, jamur tidak terlalu suka dengan tanaman ini.

Sebagai tanaman penutup tanah pada taman, ia akan tampil indah dan cantik bila rajin dipangkas. Kuncup atau tunas-tunas yang baru tumbuh akan menampilkan warnanya yang lebih cerah dan mengkilap. Pangkasan batang-batang kriminil ini mudah ditanam. Pangkasan batang tanaman kriminil bisa di-setek dan ditanam di tempat baru.

Tanaman kriminil juga bisa tumbuh dari bijinya. Namun, cara perbanyakan seperti ini dinilai tidak efektif. Untuk menanam tanaman hias kriminil (Alternanthera ficoida) disarankan untuk menerapkan cara perbanyakan setek batang. Setek-setek tanaman kriminil tinggal ditanam langsung di taman yang sudah dirancang. Jaga kelembaban tanahnya jangan sampai mengalami kekeringan. Setek ini mudah mengeluarkan akar asalkan kelembaban media tanamnya terjaga. Walaupun batang setek maupun daunnya tampak layu, sebnaranya bagian batang yang tertanam sedang menumbuhkan perakaran-perakaran halusnya.

Menanam Tanaman Hias Sri Rejeki (Aglaonema costatum)

Menanam tanaman hias sri rejeki (Aglaonema costatum) seperti ini sudah terbilang langka. Jenis tanaman hias daun ini memang tidak begitu populer di masyarakat. Warnanya yang dominan hijau membuat orang-orang kurang terkesan dengan penampilannya. Padahal, tanaman hias ini masih memiliki banyak kelebihan di antaranya, sosok tanaman pendek, bergalur murni sehingga berpotensi tinggi untuk dikawinkan dengan jenis-jenis aglaonema lainnya.

Seperti halnya aglaonema non-hibrid lainnya, aglaonema ini memiliki penampilan yang masih sangat orisinil sehingga terlihat biasa-biasa saja. Tulang daunnya yang putih tebal turut mempertegas warna hijau daunnya yang memiliki hiasan berupa bercak-bercak putih.
Sri rejeki (Aglaonema costatum)
Sri rejeki (Aglaonema costatum)
Perbanyakan sri rejeki (Aglaonema costatum) yang termudah yaitu dengan cara pemisahan anakan. Tingkat kelangsungan hidupnya tinggi. Anakan yang dipisah langsung saja ditanam di media tanam. Siram tanaman baru ini untuk menjaga kelembaban media tanam dan menyediakan air untuk kehidupannya.

Menanam tanaman hias sri rejeki di dalam pot cantik akan lebih memperindah penampilannya. Tanaman ini akan tumbuh baik di tempat yang teduh. Di dalam ruangan, penampilannya akan memberi kesegaran pada ruangan tersebut. Sebagai tanaman hias meja yang diletakkan di teras maupun di ruang tamu, sri rejeki akan menampilkan keelokan dan keindahannya. Selain kesegarannya. Jadi, walau tanaman ini termasuk tanaman hias klasik, tapi masih tetap memancarkan pesonanya untuk siapa saja yang memandangnya.