Atasi Penyakit Ikan Hias Guppy

Kutu ikan merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang ikan hias guppy. Penyakit-penyakit lainnya yang berbahaya menyerang ikan-ikan cantik ini, antara lain; whitespot, velvet, skin fluke, kutu dan stress pernapasan. Tiap-tiap penyakit memiliki sumber penyebabnya sendiri, contohnya, penyakit bintik putih atau whitespot disebabkan oleh mikroorganisme Ichtyopthirius multifilis. Penyakit velvet disebabkan oleh serangan mikrorganisme sejenis protozoa Oodinium pilularis.

Luka yang disebabkan oleh cacing Gyrodoctylus sp dan kutu Argulus indicus sangat berbahaya bagi tubuh ikan. Penyakit lainnya yang lebih berbahaya seperti stress pernapasan yang disebabkan oleh serangan Dactylogyrus sp. Ikan guppy yang terserang akan menunjukkan tanda megap-megap atau sulit bernapas. Cara penanggulannya seperti antibiotic sudah disediakan dan dijual di toko-toko ikan.  Hobiis tinggal membuat takaran yang pas untuk ikan-ikan sakit supaya cepat sembuh. Bila salah memberi takaran, bisa berakibat adanya reaksi resistensi terhadap salah satu obat sehingga dosis yang diberikan kian bertambah.
Atasi penyakit ikan hias guppy
Ikan Guppy
Cara atasi penyakit ikan hias guppy sebenarnya relatif mudah. Misalnya saja penyakit whitespot yang bisa diobati dengan Blitz icth, Super Internal, Super Icth, atau Tetra Medica Contra Spot. Dosis yang diterapkan cukup 1 tetes untuk 2 liter air. Dalam waktu 2 hari saja, penyakit tersebut sudah bisa lenyap. Untuk penyakit velvet, dosis yang diberikan cukup 2 tetes Furazan Gold atau Rot Stop ke dalam 1 liter air. Cara lainnya, masukkan Tetracicline yang dilarutkan ke dalam 1 liter air. Masukkan ikan sakit ke dalamnya hingga beberapa saat supaya obat bekerja dengan baik.

Ada dua jenis penyakit skin fluke. Yang satu bisa disebabkan oleh cacing Gyrodactylus sp, yang satunya lagi disebabkan oleh kutu Argullus. Untuk penyakit skin fluke yang disebabkan oleh cacing Gyrodactylus sp, ikan hias guppy sakit direndam ke dalam 10 liter air yang sudah diberi 0,5 gram PK (Permanganat kalium) selama 1 jam.

Untuk penyakit skin fluke yang disebabkan oleh kutu Argullus agak rumit untuk mengatasinya. Kutu-kutu yang kasat mata ini dan menempel di badan ikan hias guppy harus diambil satu per satu. Gunakan bantuan alat pinset untuk mengambilnya. Kutu ini mudah dilihat dengan bentuknya yang bulat dengan warna kehijauan. Kutu ini mengisap darah ikan dengan cara merusak sisik dan kulit ikan guppy.


Bila serangan di dalam akuarium telah menyebar, cara mengambil kutu satu per satu tentu tidak disarankan. Cara alternatifnya, kurangi air akuarium sampai tinggal separuhnya. Selanjutnya, taburkan garam dapur hingga air terasa seperti air payau. Kondisi air ini sama dengan takaran 1 sendok makan garam yang dilarutkan ke dalam 2 liter air. Rendam ikan selama 5-10 menit. Bila ikan sudah tampak megap-megap, segera saja dipindahkan ke air tawar. Setelah napas ikan tampak normal, ikan sudah bisa dikembalikan lagi ke larutan garam hingga kutu-kutu terlepas semua.


Budidaya Lobster Air Tawar, Pemanenan

Tujuan akhir dari budidaya lobster air tawar yaitu pemanenan hasilnya. Pemanenan lobster sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. Lakukan pengurasan air kolam hingga hanya tersisa sedikit air. Lakukan seleksi kualitas anakan lobster sesuai dengan yang dibutuhkan pasar. Ada peternak lain yang meminta ukuran lobster 3-5 cm. Ada pula peternak atau pengepul yang meminta ukuran hampir konsumsi. Pasar meminta lobster yang masih dalam kondisi tubuh lengkap, baik capita tau bagian tubuh lainnya.

Budidaya lobster air tawar
Calon indukan lobster
Kumpulkan lobster-lobster hasil panen yang sudah diseleksi ke dalam ember atau wadah plastik. Isi ember atau wadah dengan sedikit air. Jangan sampai berlebihan karena bisa berakibat pada kematian lobster-lobster ini. Untuk ember atau wadah yang terbuka tidak perlu diberi oksigen. Apalagi jarak yang dituju relatif dekat. Dengan kondisi ember atau wadah yang terbuka, lobster-lobster ini bisa bertahan selama kurang lebih 4 jam dengan kepadatan yang standar.
Bagi peternak budidaya lobster air tawar, bila jarak tempuh pengiriman jauh, perlu memakai kantong plastik. Untuk pemakaian kantong plastik, perlu pemberian oksigen yang cukup. Kantong plastik juga harus berlapis dua supaya terhindar dari kebocoran. Kantong-kantong plastik yang sudah berisi lobster harus ditata di dalam kotak Styrofoam. Fungsi Styrofoam ini sebagai wadah penguat, penahan air dan kebocoran kantong plastik.

Untuk tujuan pengembangbiakan populasi lobster, lakukan seleksi calon indukan. Dari jumlah total keseluruhan seleksi calon indukan, jumlah lobster betina yang bisa diperoleh biasanya hanya sepertiganya saja. Sisanya lobster berkelamin jantan. Dari jumlah yang sepertiganya itu, tidak semuanya bisa menjadi indukan karena indukan betina yang dipilih harus benar-benar unggul. Pilih indukan betina yang memang berukuran bongsor.

Teknik yang dipakai oleh peternak budidaya lobster air tawar untuk memperoleh indukan betina unggul dari ukuran tubuhnya yang besar atau bongsor. Dari sekian banyak seleksi, biasanya hanya diperoleh 10 calon indukan betina yang bongsor. Dari 10 indukan betina tersebut, akhirnya hanya diperoleh 3 ekor calon indukan lobster unggul. Yang tiga ekor ini dipelihara sampai dewasa untuk memperoleh indukan betina terpilih yang benar-benar unggul. 


Budidaya Lobster Air Tawar, Pembesaran Burayak-burayak

Perlu diperhatikan bagi para peternak budidaya lobster air tawar, 24 jam pertama burayak-burayak terlepas atau turun dari abdomen induk merupakan masa kritis pertama bagi burayak-burayak tersebut. Burayak-burayak ini hanya tampak matanya saja. Mereka sudah mulai berenang dan melayang-layang di dalam air. Pada perkembangan burayak, masa-masa kritis akan terus dilewati hingga burayak mengalami moulting pertama. Dari sekian banyak jumlah burayak-burayak tersebut, yang tersisa paling hanya 10-20% saja yang berhasil melewati sampai tahap moulting pertama. Moulting pertama ini terjadi pada 2 minggu pertama sejak burayak-burayak terlepas dari induknya.

Budidaya lobster air tawar pembesaran
Lobster siap panen
Burayak-burayak yang baru terlepas dari induknya tetap bersama induknya. Biarkan indukan bersama burayak-burayak selama 10 hari. Setelah itu dipisah dan dipindahkan ke kolam pembesaran yang lebih besar. Kolam pembesaran berada di lokasi terbuka. Beri tanaman air seperti selada air, eceng goondok atau Azzola. Biarkan juga kolam ditumbuhi lumut, tapi jangan terlalu banyak. Kolam pembesaran juga harus selalu rutin dibersihkan sebanyak 1-2 kali seminggu.
Selama budidaya lobster air tawar berlangsung, umur lobster yang bisa tercapai sejak telur hingga dewasa bervariasi di tiap peternak. Hal ini tergantung pada perawatan dan pemeliharaan si peternak itu sendiri. Bagi peternak pemula, angka kematiannya bisa mencapai 50%. Bagi peternak yang jam terbangnya telah lama, angka kematiannya bisa ditekan sampai 20%. Untuk menekan kematian lobster, peterna ada yang memeliharanya di akuarium khusus dan dikontrol secara intens saat terjadi moulting.


Masalah kanibalisme masih menjadi momok bagi peternak lobster. Terutama saat lobster mangalami moulting. Teman-temannya bisa menyantap lobster yang sedang moulting tanpa diketahui. Selain kanibalisme, aerator harus tetap nyala sepanjang hari. Bila listrik padam, aerator jelas tak berfungsi yang bisa berakibat pada minimnya pasokan oksigen terlarut. Lobster yang tak mendapat asupan oksigen dari aerator selama 4-5 jam bisa mengakibatkan lobster megap-megap yang pada akhirnya mati. Untuk mengatasi hal ini, kurangi ketinggian air kolam hingga hanya tersisa 5 cm saja. Cara ini akan memberi kesempatan lobster untuk bernapas. Pemeliharaan selama 1-1,5 bulan di kolam pembesaran sudah menghasilkan lobster-lobster siap panen.


Budidaya Lobster Air Tawar, Pemberian Pakan

Bagi peternak budidaya lobster air tawar, jumlah pakan yang diberikan pada jenis dekapoda ini termasuk irit. Lobster berukuran dewasa yang berumur 2 tahun saja hanya butuh pakan udang sekitar 125 gram per bulan. Jadi, untuk 1 set induk yang terdiri dari 5 betina dan 3 jantan hanya dibutuhkan 1 kg pakan per bulan. Pemberian pakan pellet disesuaikan tahapan tumbuh kembang lobster.

Budidaya lobster air tawar
Pellet udang
Untuk pemberian pakan pada burayak-burayak yang ada di kolam pembesaran berkapasitas 300 ekor cukup diberi pakan satu kali saja sehari dengan takaran sedikit. Ukuran pellet yang diberikan tentu disesuaikan dengan ukuran mulut burayak-burayak tersebut. Seiring dengan tumbuh kembangnya, ukuran pakan yang diberikan semakin lebih besar.
Hal yang perlu diperhatikan bagi para peternak budidaya lobster air tawar, hewan dekapoda ini termasuk pemakan segala sehingga perlu asupan pakan nabati. Untuk keperluan ini, sediakan tanaman air seperti enceng gondok. Bagian akar-akar muda enceng gondok ini disukai oleh lobster. Selain itu, fungsi enceng gondok ini yaitu bisa menyerap zat-zat racun yang terdapat dalam air kolam seperti ammonia dan zat-zat racun hasil penguraian tumpukan sisa-sisa pakan yang mengendap.

Jenis pakan yang biasa diberikan pada lobster-lobster ini yaitu yang biasa diberikan pada udang windu. Kandungan nutrisinya sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya. Terutama untuk perkembangan kitin lobster air tawar. Satu zak pellet berbobot 30 kg harganya berkisar di angka Rp 250.000 sampai dengan Rp 270.000. Anda sendiri sebenarnya bisa membuat pakan pellet seperti ini dengan berbahan dasar seperti tepung ikan, katul, kanji sebagai perekatnya. Pellet buatan sendiri ini jadinya tenggelam.


Dalam budidaya lobster air tawar, pemberian pakan jangan sampai berlebihan. Masih lebih baik sedikit terlambat pemberian pakan daripada kelebihan pemberian pellet yang malah membuat kualitas air kolam sangat buruk. Air kolam tercemar racun yang bisa berakibat pada mudahnya terserang penyakit atau mendadak keracunan. Manajamen pakan untuk lobster air tawar perlu diterapkan supaya tumbuh kembangnya optimal.


Budidaya Lobster Air Tawar, Masa Bertelur

Perlakuan masa-masa bertelur perlu kehati-hatian ekstra bagi para peternak budidaya lobster air tawar. Pasalnya, sedikit ceroboh perlakuan pada lobster yang sedang bertelur bisa berakibat merontokkan telur-telur yang menempel di abdomennya. Hal ini bisa saja terjadi bila gerakan tangan kita saat memegang lobster secara mendadak atau tiba-tiba. Trik yang biasa dipakai oleh peternak yaitu memindahkan lobster yang sedang bertelur bersama peralon secara bersamaan. Cara ini akan membuat lobster merasa nyaman.

Budidaya lobster air tawar
Lobster moulting, saat-saat rawan
Indukan lobster membawa telur-telur yang menempel pada abdomennya selama kurang lebih sebulan. Selama sebulan tersebut, terjadi perkembangan mulai dari warna telur yang coklat menjadi kehitam-hitaman hingga pada akhirnya menetas menjadi burayak. Anakan-anakan lobster ini akan berjatuhan atau turun dengan sendirinya dari abdomen induknya. Biarkan semua burayak-burayak itu terlepas semua. Setelah terlepas semua, indukan lobster masih tetap dibiarkan di kolam ini. Jangan langsung dipindah, biarkan selama kurang lebih sebulan lagi.
Sehabis burayak-burayak melepaskan dari indukannya, para peternak budidaya lobster air tawar harus siap-siap mengawasi dengan seksama para indukan-indukan ini. Karena, indukan-indukan ini akan mengalami fase moulting atau pergantian kulit yang mana pada fase-fase tersebut sangat riskan terhadap perkembangannya. Indukan yang diketahui akan moulting, harus terisolasi dari lobster-lobster lainnya.

Perkembangan moulting ini tidak terjadi serta merta dalam satu hari, tapi mengalami beberapa tahapan. Biasanya mulai terjadi pada hari ke-5 sampai hari ke-20. Baik indukan betina maupun indukan jantan akan mengalami fase-fase moulting. Untuk indukan jantan, moulting akan terjadi setelah mengalami 4-5 kali kawin.
Pada saat kejadian moulting, kulit ekskeleton akan mengelupas yang merupakan tahapan awal dari pertumbuhan lobster. Ekskeleton lama akan tergantikan oleh ekskeleton baru. Pada awal perkembangan, kulit akan terasa sangat lunak, seiring perkembangannya, kulit pun mengeras sesuai dengan tumbuh kembang tubuhnya. Pada saat pembentukan kulit baru ini, lobster membutuhkan kalsium karbonat supaya kitin bisa terbentuk sempurna.

Bagi peternak budidaya lobster air tawar, peristiwa moulting ini harus mendapatkan perhatian yang ekstra. Pasalnya, baik indukan betina maupun indukan jantan sedang mengalami stress berat. Nafsu makan mereka turun drastis dan energinya terkuras habis. Mereka juga rentan terhadap serangan penyakit. Para peternak harus menjaga kualitas air tetap sehat dan sesuai untuk kehidupan lobster-lobster ini.

Pada hari ke-20, perkembangan kulit pada indukan-indukan ini sudah mengeras dan siap dikembalikan ke kolam indukan atau kolam-kolam lainnya. Pada awalnya, warna kulit ini tidak begitu mencolok. Seiring dengan perkembangannya, warna akan berubah lebih cerah dan mencolok.


Peternak budidaya lobster air tawar sudah bisa mulai memijahkan kembali. Rangsang indukan-indukan lobster dengan memberi pakan cacing tanah sebanyak 1-2 ekor dalam satu minggu. Pakan lainnya sebagai perangsang yaitu keong mas. Dengan pemberian pakan perangsang birahi ini, pada hari ke-7 hingga ke-20, induk betina siap berkopulasi dan siap bertelur kembali. Dengan demikian, proses pemijahan dari mulai moulting hingga kopulasi butuh waktu sekitar 3 bulan. dalam 1 tahun. Indukan lobster bisa mengalami proses pemijahan sebanyak 4 kali.

Budidaya Lobster Air Tawar, Proses Pemijahan

Berbeda dengan jenis-jenis dekapoda lainnya, selama proses pemijahan dalam budidaya lobster air tawar, indukan tidak boleh terkena senagatan sinar matahari. Hal ini dimaksudkan supaya kolam tidak ditumbuhi oleh lumut yang bisa berakibat mengganggu proses pemijahan itu sendiri. Selain harus terlindungi kolamnya, masukkan juga peralon berdiameter besar sehingga indukan betina merasa nyaman di dalam kolam.

Budidaya lobster air tawar proses pemijahan
Indukan lobster sedang bertelur
Sebelum proses pemijahan berlangsung, perlu ada tindakan perjodohan. Hal ini perlu dilakukan, karena tidak semua indukan betina maupun indukan jantan ada saling kecocokan. Apabila, indukan merasakan ada kecocokan, mereka akan terangsang birahinya dan langsung melakukan proses pemijahan. Para peternak biasanya memberikan pakan cacing tanah 2 kali seminggu untuk merangsang birahi indukan lobster ini. Tujuh hari setelah pemberian pakan cacing biasanya indukan sudah terangsang dan siap memijah.
Proses pemijahan budidaya lobster air tawar ini bisa dikatakan berhasil bila induk betina bergerak aktif mendekati indukan jantan. Indukan betina akan membalikan badan dengan posisi terlentang. Selanjutnya, indukan jantan akan meresponnya dengan mengawininya atau berkopulasi. Tampak selama mereka berkopulasi akan seperti huruf bentuk Y.

 Waktu proses kopulasi ini berlangsung pada sore hari atau malam hari. Hal ini sesuai dengan sifat dari family dekapoda yang merupakan hewan nokturnal. Lama kopulasi ini hanya terjadi secara singkat. Indukan betina yang bertelur tampak dari sosoknya yang menekuk ke dalam. Pada saat inilah, indukan betina ini siap dipisahkan dan dipindah ke kolam isolasi.

Selama proses pemijahan sama sekali tidak boleh ada gangguan yang mencolok. Mereka sangat sensitive dengan keadaan sekelilingnya. Jika mereka terganggu, proses kopulasi bisa gagal dan sulit untuk memijah lagi.


Langkah selanjutnya setelah proses pemijahan budidaya lobster air tawar yaitu memindahkan indukan betina ke dalam kolam tersendiri. Hal ini supaya indukan betina tidak diganggu oleh indukan lainnya yang bisa mengakibatkan telur-telur berhamburan. Proses pengambilan indukan-indukan ini juga harus hati-hati. Jangan sampai membuat kaget indukan-indukan ini yang mengakibatkan gerakan keras sehingga merontokkan telur-telur yang masih menempel.

Budidaya Lobster Air Tawar, Pemilihan Indukan

Dalam budidaya lobster air tawar, setelah persiapan kolam telah selesai, faktor pemilihan indukan merupakan hal yang sangat penting untuk bisa tercapai keberhasilan budidayanya. Indukan lobster air tawar biasanya dijual dalam 1 set dari hatchery atau peternak. Satu set indukan terdiri dari 5 betina dan 3 jantan. Belilah yang benar-benar unggul sebagai awal modal Anda karena pemilihan indukan menentukan keberhasilan usaha ternak lobster air tawar kita selanjutnya.

Budidaya lobster air tawar pemilihan indukan
Indukan betina lobster air tawar
Pemilihan indukan memang dibutuhkan kejelian. Kita tidak boleh sembarangan memilih calon indukan. Indukan yang unggul dapat dilihat dari ukuran dan kemampuan bertelurnya. Usia indukan betina yang sudah 6-9 bulan yang telah mampu bertelur belum menjamin kalau indukan tersebut unggul. Disarankan, ambil indukan lobster air tawar yang telah berumur 2 tahun. Pada usia tersebut, kemampuan bertelurnya sedang mencapai puncaknya dan telah terlihat jelas potensinya.

Pemilihan indukan betina memang sangat penting dalam budidaya lobster air tawar. Indukan betina unggul mampu bertelur sebanyak 200-300 telur. Seiring bertambahnya usia, kemampuan bertelurnya akan semakin meningkat. Pada umur 4 tahun bisa mencapai 500-800 butir telur. Panjang indukan sudah mencapai sejengkal. Ruas dada sudah berkembang panjang dan besar. Telur-telur yang muncul akan menempel di sepanjang abdomen yang dilapisi oleh selubung transparan. Pada umur 4-5 tahun, lobster air tawar bisa bertelur dengan jumlah sampai 1000 butir.

Untuk memperoleh indukan lobster air tawar yang unggul termasuk sulit. Dari 100 ekor calon indukan hasil seleksi, hanya bisa diperoleh sejumlah 1-2% indukan betina yang pantas memenuhi persyaratan unggul. Untuk indukan jantan, tidak begitu sesulit seperti dalam pemilihan indukan betina lobster air tawar.


Dalam budidaya lobster air tawar, faktor pemilihan indukan betina memang harus benar-benar teliti. Ciri indukan betina lobster yang unggul ditandai dengan adanya 2 bulatan yang tampak besar dan berwarna gelap. Bulatan-bulatan ini berada di sisi kiri dan kanan. Tapi perlu diingat, memang hampir semua lobster betina memiliki 2 bulatan yang serupa. Namun, yang benar-benar mencolok itulah yang berpeluang besar sebagai indukan betina unggul.

Budidaya Lobster Air Tawar, Persiapan Kolam

Budidaya lobster air tawar bisa jadi pilihan tepat bagi Anda yang punya hasrat usaha di bidang perikanan, tapi tidak punya lahan yang luas. Ukuran kolam pemeliharaan tidak perlu luas, cukup berukuran 80 cm x 40 cm x 40 cm. Kualitas air harus tetap terjaga, mulai dari suhu di kisaran 24-33 derjata Celcius, pH air 6,1, kadar zat besi rendah. Jenis lobster air tawar yang dibudidayakan, antara lain; Cherax quadricarinatus, Cherax destructor dan Procambarus ciarkii.

Budidaya lobster air tawar
Kolam Lobster Air Tawar
Supaya pertumbuhan lobster sempurna, kolam dilengkapi dengan aerator dan peralon. Aerator harus diletakkan di tengah kolam pemeliharaan dan dijepit dengan dua lempengan kaca. Hal ini dimaksudkan supaya lobster tidak bisa merangkak naik keluar dari kolam. Peralon berfungsi sebagai tempat persembunyian lobster. Pilih peralon yang berbentuk T atau standar. Untuk indukan, dibutuhkan peralon berdiameter 5 cm dengan panjang 10 cm. Sedangkan untuk udang yang berukuran 2,5-7 cm memakai peralon berdiameter 3 cm.

Dalam budidaya lobster air tawar, pipa peralon dipakai untuk selama hidup lobster-lobster yang dipelihara. Sejak burayak sampai dewasa tetap menggunakan peralon. Yang berubah hanya ukuran diameternya saja supaya sesuai dengan ukuran tubuh lobster. Selain bahan dari peralon, bahan alternatif seperti batu bata berlubang atau genteng bisa juga dipakai.

Ada dua kolam yang diperlukan, yaitu kolam pemijahan dan kolam untuk indukan yang sudah bertelur. Kolam pemijahan memang hanya ditujukan untuk memijah. Sedangkan kolam indukan yang sedang bertelur memang harus tersendiri. Para peternak biasanya membuat kedua kolam tersebut dalam satu wadah yang sudah dimodifikasi ada penyekatnya. Setelah lobster diketahui telah bertelur, tinggal dipisahkan dari koloni kolam pemijahan. Lobster yang sedang bertelur ini terisolasi dengan kawan-kawannya selama 10-14 hari hingga burayak turun dari tubuhnya.


Teknik budidaya lobster air tawar untuk pembesaran burayak, para peternak biasanya membuat kolam bak semen dengan ukuran 3 m x 1 m x 0,6 m. Ukuran kolam segitu bisa menampung 300 anakan burayak lobster air tawar. Kolam pembesaran juga dilengkapi dengan akuator. Sama dengan kondisi kolam pemijahan, aerator harus dijepit dan diletakkan di tengah kolam supaya lobster tidak merangkak naik. Letakkan juga peralon dengan diameter dan panjangnya kecil sebagai tempat persembunyian anakan lobster.

Usaha Ternak Ikan Gabus, Sehat di Badan dan Dompet

Usaha ternak ikan gabus menjanjikan keuntungan yang besar. Kandungan senyawa albumin yang terkandung di dalamnya sangat baik dikonsumsi oleh pasien sehabis operasi. Pasalnya, senyawa albumin ini bisa mempercepat proses penyembuhan luka sehabis operasi. Rasa daging ikan gabus juga tak kalah enaknya dengan jenis ikan-ikan lainnya. Teknis budidayanya pun tak begitu sulit. Hampir sama dengan budidaya ikan patin.

Ada 22 jenis ikan kepala ular di dunia. Mereka masuk ke dalam ordo Channiformes yang terbagi dalam dua genus yaitu Channa dan Parachanna. Wilayah sebarannya mulai dari Afrika, sebelah selatan India dan sebelah timur Asia. Yang masuk genus Channa mendominasi wilayah tengah dan barat Afrika, sedangkan genus Parachanna mudah dijumpai di sebelah selatan Asia.
Usaha ternak ikan gabus
Ikan gabus
Usaha ternak ikan gabus berprospek cerah karena jenis ikan ini banyak digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Di pasar-pasar, biasanya dijual dalam keadaan hidup-hidup. Ikan gabus tahan dengan kondisi air yang jelek. Juga masih tetap bertahan hidup selama sehari walau kepala ikan sudahh dipentung karena biasanya ikan ini sangat agresif. Habitat alaminya berada di danau, sungai dan perairan berlumpur yang arusnya lambat.

Ciri-ciri ikan gabus; bentuk tubuh silindris, bagian depan seperti torpedo, kepala pipih dengan mulut dan rahang lebar sehingga bisa terbuka lebar (ini merupakan ciri khas jenis-jenis ikan predator). Rahang bagian bawah menonjol keluar. Bagian sirip punggung panjang, mulai dari bagian depan hingga ke bagian belakang. Bila dilihat sepintas, sirip punggung dan sirip ekor tampak bersatu.

Persyaratan yang diperlukan untuk usaha ternak ikan gabus, antara lain; suhu air yang dibutuhkan sekitar 21-26 derajat Celcius, air kolam bersirkulasi dengan kecepatan yang lambat, kedalaman air kolam 60-80 cm, dinding kolam harus dibuat tinggi karena ikan gabus bisa melompat, beri genteng atau peralon sebagai tempat berlindung ikan-ikan gabus karena ikan-ikan ini menyukai kondisi agak gelap.

Ikan gabus sangat menyukai pakan hidup seperti larva serangga, kodok, udang, semut, cacing dan ikan-ikan yang ukurannya sesuai dengan mulutnya. Pakan pellet bisa juga diberikan dengan kadar protein yang tinggi. Pemberian pakan jangan sampai terlambat karena ikan ini bersifat kanibal. Jika kelaparan, ikan gabus tak segan-segan memangsa teman-temannya. Ikan gabus yang kenyang akan segera berdiam diri di dasar kolam.

Panen ikan gabus bila ukurannya telah mencapai bobot 3 ons ke atas. Semakin besar bobotnya, kandungan albuminnya semakin tinggi. Usaha ternak ikan gabus tak hanya mengandalkan kelezatan dagingnya saja, tapi manfaat obat dari senyawa albumin yang terkandung di dalamnya memiliki daya tarik yang tinggi. Hal ini yang membuat prospek bisnis ternak ikan gabus akan terus-menerus kinclong dengan masa depan yang cerah.

Perlakuan Pascapenetasan Telur Usaha Ternak Bebek

Waktu yang tepat untuk pengambilan anak bebek dari mesin tetas sangatlah penting, karena akan menentukan kualitas anak bebek dalam pertumbuhan selanjutnya. Waktu yang tepat pada hari ke-27 ditambah 12 jam. Tetapi hal ini pun masih bergantung pada usia induk, berat telur dan umur penyimpanan telur. Jika diambil terlalu cepat, anak bebek masih basah dan mengandung semacam jeli, sehingga mudah terkena infeksi atau kedinginan dan akhirnya diafkir. Demikian juga jika terlalu lambat ia akan mengalami dehidrasi yang akibatnya menambah jumlah yang diafkir.

Setelah anak bebek diambil dari mesin tetas langsung dibawa ke ruangan sortir. Dalam ruang ini dilakukan penghitungan jumlah yang menetas, memilih betina dan jantan, serta menyingkirkan yang afkir. Anak bebek betina dan jantan setelah dihitung lantas dimasukkan ke dalam kardus dan siap dikirim. Temperatur ruang sortir berkisar 24-28 derajat Celcius dengan ventilasi yang baik.
Usaha ternak bebek
Anak bebek sehat
Sanitasi dan kebersihan
Lokasi penetasan merupakan tempat yang mempunyai risiko tinggi terhadap pertumbuhan mikroorganisme. Sebagai konsekuensinya sanitasi dan kebersihan mempunyai peranan penting. Jika sanitasi tidak dilakukan secara rutin akan mengakibatkan bangunan ruang penetasan menjadi lebih susah untuk dibersihkan, peralatan menjadi tidak efisien dan ada kemungkinan mikroorganisme berkembang di tempat-tempat yang sulit untuk dibersihkan.

Untuk menjaga dan mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut. Batasi jumlah pengunjung ke dalam bangunan penetasan, dan jangan menerima tamu yang baru saja berkunjung ke peternakan lain. Hanya kendaraan operasional yang digunakan di lokasi penetasan, dan jika sudah dipakai sebaiknya dicuci dengan desinfektan. Sediakan bak-bak desinfektan di setiap pintu bangunan ruang penetasan. Permukaan bagian dalam seperti dinding, lantai dan pintu dibersihkan setiap hari dengan desinfektan. Alat-alat seperti tempat telur dan lainnya segera dicuci setelah digunakan. Pastikan peralatan tersebut telah kering sebelum digunakan kembali.


Ruang incubator bagian dalam dan luar juga harus dibersihkan setiap minggu. Saat membersihkan bagian dalam sebaiknya secepat mungkin agar pintu tidak terbuka lama dan temperatur mesin setter akan turun. Gunakan larutan hipoklorit. Selanjutnya ruang penetasan juga harus dibersihkan setelah anak bebek dikeluarkan. Seluruh bagian yang ada di dalam mesin dibersihkan dan dicuci dengan dengan air yang disemprotkan (bertekanan tinggi) dan terakhir dibilas dengan desinfektan. Sedangkan bagian luarnya dibersihkan seminggu sekali, dan setelah kering sebaiknya difumigasi dengan bahan kimia permanganate kalikus atau formalin 40%.

Proses Penetasan Usaha Ternak Bebek

Proses penetasan usaha ternak bebek dimulai dari perlakuan pemanasan pendahuluan (preheat), menetaskan atau memasukkan telur ke dalam mesin setter selama 25 hari, dan memasukkan telur dari setter ke dalam penetas yang biasa disebut transfer selama 3 hari. Berikutnya pengambilan anak bebek dari penetas atau biasa disebut take off, dan akhirnya penyimpanan anak itik sebelum dikirim ke tempat tujuan.

Pemanasan pendahuluan ditujukan supaya saat telur masuk mesin setter tidak mengalami perubahan temperatur mendadak yang tadinya 18 derajat celcius di tempat penyimpanan menjadi 37,5 derajat celcius di dalam setter. Ruangan yang biasa digunakan adalah ruangan atau koridor yang ada di depan pintu mesin setter dengan temperatur optimal sekitar 20-24 derajat celcius dan berkelembaban 75-80%. Telur berada dalam ruang pemanasan pendahuluan ini selama 12 jam. Ruangan ini harus mempunyai ventilasi yang baik untuk menghindari kondensasi (pengembunan). Sanitasi dan kebersihan ruangan dilakukan dengan larutan desinfektan setiap hari.
Penetasan usaha ternak bebek
Anak bebek baru menetas
Dari ruang pemanasan pendahuluan telur dimasukkan ke dalam mesin setter (incubator). Incubator merupakan sebuah tempat yang lingkungannya dapat dikontrol dengan tepat. Telur dalam periode ini berkisar 25 hari. Pengontrolan harus dilakukan setiap 3 jam secara regular terhadap temperatur, kelembaban dan ventilasi. Sedangkan pembalikan telur harus dilakukan minimal satu kali sehari.

Ada empat faktor utama yang harus dikontrol pada masa ini. pertama temperatur optimal untuk penetasan telur bebek 37,5 derajat celcius atau 99,5 derajat Fahrenheit. Variasi temperatur tidak lebih dari 0,25 derajat Celcius. Kedua, kelembaban. Untuk penetasan yang optimal sekitar 60%. Ketiga, ventilasi. Terlalu kecil ventilasi akan menghasilkan CO2 tinggi yang akan menyebabkan perkembangan embrio terganggu. Demikian juga jika ventilasi terlalu besar akan menyebabkan daya kerja mesin lebih berat untuk menjaga kestabilan temperatur dan kelembaban. Keempat posisi telur, pemutaran telur sekitar 90 derajat sebaiknya dilakukan setiap jam. Maksud pemutaran untuk menjaga kuning telur atau embrio selama perkembangannya berada di tengah-tengah (tidak menempel).

Pemeriksaan telur (candling) bertujuan mengetahui fertilitasnya. Candling dilakukan pada usia penetasan 7-10 hari. Dengan adanya candling, telur yang tidak fertile bisa dijual sebagai telur konsumsi dan yang baik dikembalikan ke dalam incubator.

Transfer telur dari setter ke dalam mesin tetas dilakukan pada usia penetasan 25 hari. Pada saat transfer juga dilakukan pemisahan antara embrio hidup, embrio mati dan embrio busuk. Hanya telur dengan embrio hidup yang dimasukkan ke dalam mesin tetas.

Dalam mesin tetas telur dieramkan selama 3 hari sampai telur-telur tersebut menetas. Tiga faktor yang harus diperhatikan dan dikontrol pada masa ini:
  1.  Temperatur. Temperatur yang optimal pada periode ini berkisar 36,4-37,3 derajat Celcius.
  2. Kelembaban. Kelembaban yang dibutuhkan berkisar 30 derajat pada temperatur basah (wet bulb) yang secara bertahap dinaikkan sampai 34 derajat pada hari ke-28
  3. Ventilasi. Saat telur baru masuk mesin tetas, posisi ventilasi harus rendah dan secara bertahap mulai ditingkatkan. Jadi temperatur, kelembaban dan ventilasi hendaknya dikontrol setiap 3 jam. sedangkan, alarm dikontrol satu kali sehari.


Pada hari ke-27 lebih, anak bebek mulai memecahkan kerabang. Saat itu kelembaban mulai ditingkatkan, demikian juga ventilasinya. Tindakan ini dilakukan agar saat anak bebek memecahkan kerabang telur tidak megalami kekeringan atau menempel pada kerabang. Kekeringan atau menempel pada kerabang akan menyebabkan kematian anak bebek atau anak bebek menjadi abnormal.

Peluang Usaha Penetasan Telur Untuk Ternak Bebek

Peluang usaha penetasan ternak bebek berpotensi meraup laba tinggi. Pasalnya permintaan Day Old Duck (DOD) selalu kontinyu dan terus-menerus bertambah. Kemajuan teknologi penetasan telur juga terus-menerus berkembang. Mengikuti permintaan pasar yang terus-menerus meningkat. Untuk skala kecil, peternak bisa menggunakan metode entog, sekam dan mesin penetasan sederhana. Namun, untuk skala besar tentu dibutuhkan mesin tetas berkapasitas jumbo yang bisa menetaskan telur sampai ribuan ekor dalam satu waktu. Dari semua metode tersebut, kunci keberhasilan penetasan telur bebek yaitu mampu menjaga sanitasi dan kebersihan selama proses penetasan berlangsung.

Produksi anak bebek akan baik apabila ditangani secara baik sejak telur dihasilkan oleh indukan hingga menetas. Perlu diingat, telur merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Karenanya, setiap tahap dari semua proses penetasan yakni penanganan telur tetas sebelum dimasukkan ke dalam incubator, di dalam incubator, masuk ke dalam penetas dan penanganan setelah anak bebek menetas harus dilakukan secara baik dan benar.
Penetasan ternak bebek
Penetasan telur bebek
Secara umum tujuan penetasan telur adalah memberikan lingkungan yang optimal bagi perkembangan embrio di dalam mesin tetas. Penampakan akhir yang bisa dicapai tergantung dari penanganan penetasan yang baik dan pengontrolan pada tahap-tahap penetasan terutama diarahkan pada sanitasi dan kebersihannya.

Pra-penetasan
Penanganan pra-penetasan ditujukan pada penanganan telur sebelum masuk mesin tetas. Proses ini terdiri dari pengumpulan telur, pengangkutan dari kandang ke penetasan, seleksi telur, pencucian telur dan penyimpanan telur.

Waktu pengumpulan telur sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum pekerjaan lain dilakukan. Bebek biasanya bertelur pada pukul 04.00-06.00 pagi, sehingga telur tidak terlalu lama dibiarkan dan tidak memberi kesempatan mikroorganisme untuk berkembang dan masuk ke dalam telur. Pengumpulan dilakukan secara berurutan agar bebek tidak kaget yang dapat menyebabkan banyak telur yang pecah akibat terinjak-injak. Telur-telur yang dikumpulkan disusun dalam tempat telur (egg tray).

Setelah telur-telur dikumpulkan sebaiknya telur yang berukuran besar ditempatkan di tumpukan paling atas supaya tidak terimpit dan pecah. Tumpukan tempat telur jangan lebih dari lima tingkat. Apabila menggunakan kendaraan saat mengangkut telur dari dari kandang ke tempat penetasan aturlah kecepatannya terutama pada jalan yang rusak dan belokan. Akan lebih baik lagi jika dalam pengangkutannya menggunakan egg tray holder.

Selanjutnya telur diseleksi, berat telur yang ideal berkisar 60-80 gram, telur-telur yang beratnya di bawah 60 gram dan di atas 80 gram sebaiknya jangan ditetaskan. Bentuk telur normal bulat lonjong, yang abnormal dan telur retak meskipun sehalus rambut jangan ditetaskan. Selain itu, telur yang sangat kotor juga jangan ditetaskan. Pisahkan telur yang bersih dan agak kotor pada tempat berbeda.

Pencucian telur dilakukan 2 kali tidak hanya ditujukan untuk membersihkan telur tapi juga menghilangkan seluruh mikroorganisme yang melekat di kulit telur. Selain itu, selaput lendir yang menutupi kerabang (kutikula) perlu dikeluarkan supaya saat menetas anak bebek tidak sulit memecahkan kerabang yang menutupinya. Dalam pencucian ini digunakan mesin yang bisa mempertahankan temperatur secara konstan dan mengalirkan air dari satu sisi ke sisi lainnya. Aliran air ini digerakkan oleh motor berkecepatan 1400 rpm dengan baling-baling. Baling-baling ini berfungsi menyedot dan mengalirkan air yang telah dicampur dengan bahan kimia.

Pencucian pertama dengan temperatur air 37 derajat celcius yang dicampur desinfektan mengandung chlorine seperti Germex, Vircons, Biocide dan lainnya., selama 10 menit. Kedua, dengan temperatur air 38 derajat celcius yang dicampur desinfektan yang mengandung bahan klor dan soda seperti sodium hipoklorit ditambah sodium karbonat selama 7 menit.


Telur sebaiknya disimpan paling lama 7 hari dengan temperatur ruang penyimpanan sekitar 18 derajat celcius dan kelembaban 75-80%. Ventilasi ruang penyimpanan harus baik supaya sirkulasi udara di dalam ruangan tersebut selalu segar. Akan lebih baik lagi jika dilakukan pembalikan telur 3 kali sehari. Untuk sanitasi dan kebersihan ruang penyimpanan telur sebaiknya dilakukan seminggu sekali.