Cara Membuat Pakan Lele Alternatif

Cara membuat pakan alternatif yang gampang diperoleh yaitu dengan meramu sendiri dari berbagi bahan yang sudah berbentuk serbuk atau tepung. Bahan-bahan yang dipakai misalnya; tepung ikan, tepung daun, ampas tahu dll. Masing-masing bahan tersebut dicampur dan dibuat menjadi butiran dengan ukuran tertentu. Hasilnya berupa pellet yang bisa terapung maupun tenggelam. Agar komposisi nutrisinya terukur, perlu mengetahui kadar protein dari masing-masing bahan dan berapa porsi bahan-bahan yang dicampurkan.
Budidaya ikan lele
Langsung Hasil Ternak Lele Sangkuriang
Sumber pakan alternatif lainnya yang bisa dipakai, antara lain; maggot atau belatung ampas tahu, keong mas,
telur apkir atau telur yang gagal menetas, bangkai ayam dll. Untuk mencari sumber pakan alternatif tersebut, tentu disesuaikan dengan ketersediaan bahan-bahan tersebut di sekitarnya. Upayakan, penggunaan pakan alternatif tidak menggangu lingkungan sekitarnya. Pasalnya, telur apkir yang direbus akan menghasilkan bau tak sedap dengan radius sampi 50 m. Tentu saja bau tak sedap ini akan mengundang protes dari tetangga sekitar.





Cara membuat pakan lele organik dipilih dari bahan-bahan alami dan memiliki siklus lingkungan yang sehat. Cara penerapannya memang tak mudah. Mula-mula tentu harus bisa menghasilkan sumber pakan alami di kolam yang terdiri dari cacing renik, plankton dll. Pada beberapa waktu kemudian tentu tak bisa mengandalkan sumber pakan alami yang muncul di kolam. Perlu penambahan sumber pakan organik dari luar. Untuk itulah dipakai pakan maggot, cacing tanah dan dedaunan.

Kultur sumber pakan organik bisa memakai ampas tahu, kotoran sapi atau kotoran lainnya. Budidaya keong mas atau bekicot bisa juga dipakai sebagai pakan organik lele. Konsep organik adalah ramah lingkungan, jadi residu hasil budidaya harus terserap kembali ke alam. Misalnya, hasil budidaya cacing tanah selain menghasilkan cacingnya juga kotorannya yang bisa dipakai sebagai pupuk tanaman.

Banyak cara membuat pakan lele alternatif. Hanya saja, sebagai tujuan usaha perlu dipaerhatikan jangka waktu usaha dan harga jualnya. Walau sekilas, harga pakan alternatif berbiaya murah, sebetulnya ada waktu yang harus banyak dikerjakan. Oleh karena itu konsep lele organik sudah sepantasnya dihargai lebih mahal dibandingkan dengan ternak lele dengan pakan pabrik.

Cara Membuat Kolam Terpal

Cara membuat kolam terpal berikut ini mudah diterapkan oleh siapa saja. Tidak membutuhkan banyak ketrampilan atau keahlian khusus. Asalkan tersedia lahan, bambu, kayu, terpal, tali dan beberapa alat pertukangan, Anda sudah bisa membuat kolam terpal dengan cepat dan berkualitas baik. Cukup murah, hanya menghabiskan dana Rp 300-400 ribu saja untuk ukuran 2 m x 5 m x 1,5 m. Dengan segera saja, kolam terpal ini siap diisi dengan ikan-ikan.

Kolam terpal bisa dibuat di dalam tanah, semi atau di atas tanah. Kalau dibuat di dalam tanah, harus menggali tanah. Semi, berarti bagian separuhnya berada di dalam tanah, sisanya di atas tanah. Untuk kolam yang berada di atas tanah, seluruh bagiannya ada di atas tanah. Masing-masing tipe ini memiliki kelebihan dan kelemahan. Sesuaikan saja dengan kondisi lingkungan setempat. Tren yang sedang berkembang saat ini, kolam terpal di atas tanah lebih disukai. Harap perlu diingat, kolam terpal di atas tanah rawan jebol, suhu air memiliki angka fluktuasi yang tinggi.
Cara membuat kolam terpal
Kolam terpal
Cara membuat kolam terpal semi
Bahan-bahan
  1. Kerangka kolam membutuhkan bahan bambu atau kayu. Bambu lebih awet dibandingkan dengan kayu karena lebih tahan air. Ada jenis bambu yang baik untuk keperluan ini yaitu jenis bambu haur karena batang bambu yang ditancapkan akan tetap hidup sehingga bisa tahan lama.
  2. Anyaman bambu sebagai bagian dari dinding kolam. Anyaman bambu dibuat rapat dan kuat sehingga mampu menahan tekanan air dalam kolam.
  3. Terpal. Gunakan terpal dengan ukuran 5 m x 8 m. Sekarang ini, kita bisa memesan terpal dengan berbagai ukuran di toko plastik atau bangunan.
  4. Alat-alat pertukangan seperti sekop, golok, gergaji, tali, paku, kapak dll.


Langkah-langkah pembuatan kolam terpal
  1. Potong bambu sebagai kerangka kolam. Buat 2 buah batang dengan panjang 5,5 m (sebagai penahan bagian atas yang panjang). Dua buah batang bambu dengan panjang 2,4 m sebagai penahan bagian atas yang pendek. Enam buah batang bambu dengan panjang 2 m sebagai tiang.
  2. Buat anyaman bambu sebanyak 2 buah dengan ukuran tinggi 1,5 m dan panjang 5 m. Buat pula 2 buah anyaman bambu dengan ukuran tinggi 1,5 m dan panjangnya 2 m.
  3. Buat kolam dengan ukuran 2 m x 5 m. Gali tanah sedalam 60 cm. Dengan demikian, sebagian badan kolam terbenam ke dalam tanah. Tujuannya, supaya tidak mudah jebol.
  4. Pasang patok-patok bambu sebagai kerangka kolam. Pasang juga anyaman bambu untuk melengkapinya,
  5. Mempersiapkan terpal. Sebelumnya, terpal dicuci bersih supaya racun-racun menghilang. Buat lubang-lubang tambahan di bagian pinggirnya sebagai tempat pengikat tali.
  6. Pasang terpal pada kerangka kolam dan ikat dengan tali supaya kuat.
  7. Pada bagian pembuangan air, beri selang sebagai pengatur ketinggian air.
  8. Kolam terpal siap diisi dengan air.
Cara membuat kolam terpal seperti ini sudah banyak diterapkan oleh para petani ikan lele dan gurami. Kedua jenis ikan komersial tersebut tidak membutuhkan air sirkulasi yang tinggi. Cukup memperhatikan kualitas air secara berkala.