Usaha Ternak Ikan Nila Segmen Pembesaran Konsumsi

Ternak ikan nila segmen pembesaran konsumsi bisa menggunakan berbagai macam kolam. Mulai dari kolam jaring apung di waduk atau danau, karamba, tambak, kolam beton, kolam terpal hingga hampang. Yang terpenting sirkulasi air lancar. Potensi usaha untuk meraup laba tinggi karena segmen pembesaran konsumsi memiliki permntaan pasar yang tinggi dan selalu mengalami peningkatan. Kunci sukses pada segmen ini yaitu mampu menjaga kualitas air dan manajemen pemberian pakan yang tepat.

Ikan nila memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Di tambak yang bersalinitas 10 ppt, perairan subur, pemberian pakan yang baik, pertumbuhan ikan nila sangat bagus dan cepat. Hanya saja, tubuhnya agak kopong, tidak sepadat di perairan air tawar. Ada kiat sukses yang bisa diterapkan oleh peternak, pilih benih-benih nila yang berkelamin jantan karena tumbuh kembangnya lebih cepat. Dari para pembenih, benih-benih berkelamin jantan ini merupakan hasil rekayasa dari perlakuan monosex atau pergantian kelamin.

Asumsi-asumsi usaha ternak ikan nila segmen pembesaran konsumsi
  • Luas kolam 100 meter persegi
  • Benih ikan nila ukuran 5-7 atau gelondongan 100-110 ekor per kilogram
  • Perawatan dan pemeliharaan kolam
  • Pellet berprotein 28-32%. Frekuensi pemberian pakan 2-3 kali sehari dengan takaran 3-5% dari total bobot ikan yang dipelihara.
  • Tingkat kepadatan benih yang diterapkan 150 ekor per meter persegi.
  • Dalam satu tahun bisa dilakukan usaha pembesaran sebanyak 3 kali. Lama usaha pembesaran sekitar 3-4 bulan.
  • Potensi panen yang berisi 3 ekor per kilogram untuk luas kolam 100 meter persegi sekitar 4,5 ton tiap panen.
  • Dengan asumsi-asumsi seperti di atas, total investasi awal sekitar Rp 8,3 juta, biaya produksi per panen sekitar Rp 38,95 juta. Hasil penjualan diperkirakan sekitar Rp 45 juta (harga ikan tergantung di daerah masing-masing). Keuntungan yang bisa diraih tiap periode atau panen sekitar Rp 6,05 juta.


Analisa usaha ternak ikan nila di atas hanya berupa asumsi-asumsi dasarnya saja. Dalam prakteknya harus menyesuaikan keadaan dan potensi daerah setempat. Asalkan dikelola dengan tepat dan benar, usaha ternak ikan nila berpotensi meraup laba yang tinggi. Tak kalah dengan potensi jenis ikan-ikan tawar lainnya.