Topiori, pohon indah

Banyak jenis-jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai topiori atau pohon indah. Jenis-jenis tanaman yang bisa diambil, antara lain; Beringin-beringinan yang masuk marga Ficus, Hokian tea, Sisir, Asam Jawa dll. Persyaratan utama tanaman yang bisa dijadikan sebagai topiori yaitu ukuran daun-daunnya relatif kecil, bercabang banyak dan mudah bertunas. Tanaman-tanaman ini juga harus tahan dengan perlakuan kasar saat pembentukan.


Marga Ficus
Topiori dari jenis tanaman marga Ficus atau beringin mudah dijumpai di taman-taman. Mulai dari pembentukan dasar hingga pemangkasan daun mudah dilakukan. Bentuk kanopi dasar yang biasa diambil yaitu bentuk sapu terbalik atau bulat telur. Sedangkan bentuk pohonnya bisa berupa bentuk formal, informal maupun bentuk-bentuk lainnya. Bentuk standar yang biasa dijumpai yaitu bentuk informal dengan kanopi bebentuk sapu terbalik.
Hokian tea
Hokian tea memiliki ukuran daun yang kecil-kecil. Bisa dibentuk sangat kompak dan terkesan kuat. Kayu pada cabang dan ranting lumayan keras. Untuk pemangkasan, sebaiknya dilakukan pada waktu pagi-pagi sekali. Hokian tea bisa dibentuk apa saja, mulai dari bentuk informal, formal hingga bentuk-bentuk benda maupun hewan. Pertumbuhannya sangat cepat, sehingga harus rajin merawatnya.
Beringin (Ficus sp) mudah dibentuk jadi topiori

Asam Jawa
Asam jawa memiliki daun-daun majemuk yang kecil. Batangnya beralur-alur sehingga mengesankan layaknya batang tua. Cabang dan ranting terasa liat saat dipotong. Dalam pembentukan topiori, tidak semudah jenis Beringin dan Hokian tea. Butuh kesabaran untuk memperoleh hasil yang bagus.

Sisir
Tanaman yang ranting-rantingnya berduri. Ukuran daunnya kecil-kecil. Mudah bertunas sehingga bisa kompak seperti Beringin dan Hokian tea. Jika Hokian tea dipangkas dengan rajin, lama-kelamaan ukuran daunnya bisa mengecil. Batangnya yang keras, jika dikuliti atau disobek akan memperlihatkan kesan tua. Oleh karena itu, jenis ini sering diburu oleh para penggemar Bonsai.

Jenis-jenis tanaman lainnya yang bisa dibuat topiori masih banyak seperti Jenis Serut, Teh-tehan, Pangkas kuning, Pangkas Hijau dll. Pohon indah biasanya ditempatkan sebagai titik pusat perhatian (point of interest) pada taman. Letaknya biasanya di tengah.


Perbanyakan pemisahan anakan palem merah

Pemisahan anakan palem merah lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan cara cangkok. Anakan kerucut atau tombak dipisah dari induknya. Pangkas daun-daun yang ada. Biarkan beberapa saat sampai bekas potongan agak mengering. Setelah itu, tanam anakan kerucut pada bedengan. Jaga kelembaban tanahnya, jangan sampai mengering karena bibit ini memerlukan air dalam jumlah yang cukup.


Setalah dibiarkan selama 1 bulan, periksa keadaan bibit untuk melihat jadi atau tidaknya. Bibit palem merah yang jadi, bagian daun dan pelepahnya tetap berwarna hijau. Bahkan, daun yang semula menguncup akan merekah. Bibit palem yang tidak jadi, daun akan mengering beserta pelepahnya. 
Anakan tombak yang siap dipisah

Gali tanah di sekitar anakan palem merah

Setelah anakan dipisah dari induknya, tanam anakan pada bedengan

Bibit palem yang sudah jadi tinggal dilakukan perawatan dan pemeliharaan. Setelah muncul tunas baru, tunggu hingga bibit palem merah memiliki 2-3 daun. Setelah itu, bibit dibongkar dan ditanam ke dalam polibag. Lakukan perawatan dan pemeliharaan seperti penyiraman, pemupukan dan pemberantasan hama penyakit. Bibit palem merah siap jual setelah terdapat sedikitnya 3-4 helai daun sehat dan muncul anakan yang kecil sebanyak 2-3 buah. Lama pembuatan bibit ini kurang lebih memakan waktu sekitar 6-8 bulan.