Menanam biji kemuning (Murraya paniculata)

Menanam biji kemuning (Murraya paniculata) terbilang mudah. Biji-biji yang jatuh mudah berkecambah secara alami. Hanya saja, anakan yang dicabut ini mudah mati jika ditanam di tempat baru tanpa penanganan yang baik. Perlu langkah-langkah yang tepat untuk menanam anakan-anakan seperti ini. Kita juga bisa mengecambahkan sendiri. Pengecambahan secara terkontrol ini akan membuat tingkat keberhasilannya tinggi saat dilakukan pemindahan ke tempat baru.  


Tanaman kemuning (Murraya paniculata) berhabitus semak berkayu ini biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Ia bisa dibuat sebagai tanaman pagar, tanaman topiori berbentuk bulat dan bonsai. Pertumbuhan batangnya relatif lambat. Butuh kesabaran untuk mendapatkan batang yang cukup besar dan meyakinkan sebagai bonsai. Namun, bonsai kemuning memiliki kelebihan dalam hal daun-daunnya yang berukuran kecil, rajin berbuah dan pada saat berbunga berbau harum.
Perbanyakannya bisa dilakukan dengan cara biji maupun cangkok. Cara perbanyakan biji memiliki beberapa keunggulan, antara lain: bisa menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan mudah dilakukan. Kekurangannya, butuh waktu yang lama untuk sampai tumbuh besar. Perbanyakan cara cangkok bisa diterapkan pada batang atau cabang yang cukup besar. Dengan demikian, bibit yang dihasilkan nantinya sudah bersosok besar. Kekurangannya, jumlah bibit yang dihasilkan terbatas.

Perbanyakan cara biji dilakukan dengan cara mengambil buah-buah kemuning yang sudah matang. Ditandai dengan warnanya yang sudah merah. Daging buahnya dikupas dengan cara memencetnya. Biji-biji akan keluar dengan sendirinya. Biji-biji ini kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan lendir-lendir yang masih menempel. Setelah bersih dari lendir, biji-biji ditiriskan di tempat teduh. Biarkan biji-biji tersebut selama kurang lebih 24 jam.
Pohon kemuning (Murraya paniculata)

Siapkan media tanam berupa tanah halus dan pasir halus. Campuran kedua media tersebut akan memiliki aerasi dan porous yang baik sehingga mampu menyimpan air dan udara yang cukup untuk proses perkecambahan biji-biji kemuning. Jaga kelembaban media tanam dengan disiram air bersih.

Setelah media tanam telah siap, langkah selanjutnya tinggal menyebar biji-biji kemuning secara merata. Tutup biji-biji kemuning dengan lapisan tanah halus secara merata dan tipis saja. Setelah selesai, tinggal disiram dengan air bersih. Perawatan selanjutnya tinggal menjaga kelembaban media tanam. Jaga jangan sampai mengalami kekeringan karena selama proses perkecambahan mutlak diperlukan air yang cukup. Juga jangan sampai terlalu lembab atau kelebihan air karena akan membuat busuk-busuk biji-biji kemuning.



Budidaya Palem Merah (Cyrtostachys lakka Becc.)

Banyak yang masih mengalami kesulitan saat mempraktekkan budidaya palem merah (Cyrtostachys lakka Becc.). Walaupun sudah menerapkan teknik yang benar, masih saja alami kegagalan. Nah, apa penyebabnya?
Budidaya palem merah (Cyrtostachys lakka)
Palem merah (Cyrtostachys lakka)
Penyebab utamanya yaitu saat pengambilan anakan baik yang masih berupa tombak maupun yang sudah keluar daun-daunnya. Upayakan pemotongan anakan tombak atau yang sudah berdaun tidak sampai membuat kerusakan yang banyak. Batang maupun akar tidak mengalami kerusakan yang berarti.