Cara Memperoleh Indukan Lobster Berkualitas

Hanya 3-4% saja indukan yang benar-benar berkualitas dari 100% calon indukan hasil seleksi. Lainnya, indukan berkelamin jantan dan lobster-lobster dengan pertumbuhan yang kurang bagus atau mati. Memang, tingkat kelulusan hidup burayak-burayak hingga mencapai dewasa sangat kecil. Bisa hanya 50% saja. Padahal, bagi peternak, kehadiran indukan lobster betina merupakan penentu kesinambungan produksi lobster selanjutnya. Berikut ini uraian cara memperoleh indukan lobster berkualitas yang bisa Anda terapkan.
Cara Memperoleh Indukan Lobster Berkualitas
Burayak lobster siap diseleksi sebagai calon indukan
Indukan lobster siap berpijah pada umur kurang lebih setahun. Tiap indukan bisa menghasilkan telur sebanyak 75-80 butir. Semakin bertambah umur indukan, semakin bertambah pula produktivitas telurnya. Seekor induk Cherax quandricarinatus yang berumur 2 tahun bisa bertelur sampai berjumlah 300-400 butir. Dua tahun kemudian, indukan ini bisa menghasilkan telur sampai 800 butir. Namun, pada jenis yang lain, hasil telurnya bisa sangat minim seperti pada jenis Procambarus yang hanya bertelur sampai 60-100 butir dengan umur yang sama dengan jenis Cherax quandricarinatus.

Ciri-ciri indukan berkualitas yaitu terdapat 2 bulatan kecil di kiri dan kanan thoraks. Bulatan berwarna gelap ini hampir bisa ditemui pada semua lobster. Namun, bulatan pada betina unggul tampak jelas lebih menonjol. Tanda bulatan ini sebagai patokan untuk memperoleh calon indukan berkualitas. Walaupun capit besarnya patah akibat berkelahi, asalkan masih terdapat 2 bulatan tersebut, lobster ini tetap layak dijadikan indukan. Sebabnya, capit masih dapat tumbuh kembali setelah moulting (pergantian kulit).

Cara memperoleh indukan lobster berkualitas

Peternak akan menyeleksi calon induk sejak burayak berumur 1 bulan. Kriteria burayak yang masuk yaitu tubuhnya bongsor dibandingkan dengan lainnya. Dari 100 burayak, biasanya hanya diperoleh 10 ekor saja yang memenuhi kriteria tersebut. Dari 10 ekor burayak seleksi, biasanya terdiri dari 7 jantan ekor dan 3 ekor betina. Kesepuluh burayak inilah yang nantinya dibesarkan sebagai indukan.

Pemijahan

Bagi peternak pemula, sebaiknya beli indukan melalui peternak penyuplai. Indukan lobster dijual satu set yang terdiri atas 5 pejantan dan 3 betina. Jumlah pejantan lebih banyak karena perilaku mereka kurang begitu agresif untuk mendekati sang betina. Selanjutnya, indukan jantan dan betina dimasukkan ke dalam akuarium ukuran 80 cm x 50 cm x 60 cm.

Tunggu sampai 2 pekan, mereka biasanya siap berpijah. Tanda kesiapan berpijah mereka tampak dari memerahnya alat kelamin ruas kaki terakhir. Sedangkan pada induk betina, bulatan thoraks akan membesar. Perilaku induk betina juga khas, yaitu sering mondar mandir mencari perhatian pasangannya.

Bila setelah lebih 2 pekan tidak tampak tanda-tanda akan memijah, lakukan perangsangan pada indukan lobster tersebut supaya berkopulasi. Caranya, beri 2 ekor cacing tanah atau keong mas. Frekuensi pemberian dilakukan 2 kali sepekan. Pakan diberikan dalam kondisi yang sudah dicacah-cacah kecil. Normalnya, 7 hari setelah perlakuan, mereka akan siap memijah.

Selama proses pemijahan hindari sinar matahari masuk ke dalam akuarium secara langsung. Hal ini bertujuan untuk menghindari tumbuhnya lumut yang bisa mengganggu proses kopulasi dan bertelur. Setiap kali selesai bertelur, induk betina akan mengalami moulting (pergantian kulit). Saat itu, segera karantina induk untuk mencegah kanibalisme. Bila sampai terlambat diisolasi, lobster lain yang tak moulting bisa menyantapnya.

Untuk indukan lobster jantan akan mengalami moulting setelah 4 kali berkopulasi. Saat induk lobster betina siap berkopulasi, ia akan terlentang. Dengan perlahan, si pejantan merayap mendekati betina. Sebulan sesudah kopulasi, ia menekuk tubuhnya ke dalam sebagai pertanda telur keluar dan menempel di dada. Induk betina mampu bertelur sebanyak 4 kali dalam setahun. Selanjutnya, tinggal menerapkan cara memperoleh indukan lobster berkualitas seperti yang telah dipaparkan di atas.