Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts

Santan Bubuk Solusi Sulit Memasak Aneka Menu

Tak perlu repot-repot lagi bagi ibu-ibu yang akan memasak aneka menu bersantan dan mengharuskan memarut daging buah kelapa. Sekarang, tersedia santan bubuk yang siap masak untuk diolah menjadi aneka menu makanan. Tinggal campurkan saja ke masakan yang diolah seperti rendang, sayur lodeh, pecak lele, mangut ikan mas, gulai kambing, dll. Cepat, praktis, higienis, harga ekonomis, cita rasa dan aroma kelapa juga masih tetap terasa alami.

Kerepotan yang dialami oleh ibu-ibu selama ini saat memasak makanan berbahan dasar santan yaitu mengolah daging buah kelapa menjadi santan. Butuh waktu dan tahapan proses yang panjang. Mulai dari mencongkel daging kelapa, membuang  kulit tipis ari yang keras, memarut, memeras parutan kelapa sampai akhirnya diperoleh air santan. Ibu-ibu juga seringkal jengkel karena terkadang jarinya terluka oleh alat pemarut daging kelapa.

Memilih santan bubuk untuk membuat aneka menu makanan sudah tepat. Pasalnya, berat kemasan sudah pasti sehingga bisa mengukur kebutuhan santan yang akan ditambahkan ke masakan. Lain halnya bila memakai parutan kelapa yang terkadang malah berlebihan saat membuat santan. Terlalu kental atau terlalu encer. Lebih parah lagi, santan tak bisa bertahan lama. Ia akan cepat basi dalam waktu beberapa jam saja.
Santan Bubuk Solusi Sulit Memasak Aneka Menu
Santan bubuk siap pakai
Dengan penerapan teknologi pangan yang semakin maju, kesulitan-kesulitan di atas bisa terpecahkan dengan dibuatnya santan dalam bentuk cair dan bubuk. Ibu-ibu tak perlu memarut dan memeras parutan kelapa. Sayangnya, pada santan cair seringkali terjadi pemborosan karena setelah kemasan santan dibuka dan ternyata masih ada sisa, santan cair ini terpaksa dibuang. Bila disimpan akan berbau tengik dan basi. Ini yang masih menjadi kendala dari santan cair.

Santan bubuk merupakan solusi tepat masa kini untuk kaum ibu-ibu di era serba modern ini. Dengan pengolahan yang tepat sejak  dimulai dari pemilihan daging kelapa yang tua, proses pengolahan sampai dengan produk akhir berupa kemasan benar-benar berkualitas tinggi dan higienis. Karena semua serba terukur, saat ditambahkan ke dalam masakan bisa diberikan dengan takaran yang tepat bersama dengan bahan-bahan masakan lainnya. Rasanya pun menjadi sedap dan sesuai dengan selera. Bila masih tersisa, wadah santan bubuk tinggal ditutup rapat dan bisa dipakai di lain waktu. Kesegaran, cita rasa, aroma gurihnya masih bisa tetap bertahan sampai lama.

Rempah, Saus, Bumbu, Kondimen,

Rempah, saus, bumbu, dan kondimen memiliki arti yang berbeda-beda. Rempah merupakan bahan-bahan yang masih utuh dan belum diolah sama sekali. Saus adalah bahan rempah-rempah yang sudah diolah dalam bentuk cairan kental. Bumbu atau seasoning adalah bahan yang terdiri dari 1 atau lebih jenis rempah untuk masakan. Sedangkan kondimen adalah ramuan yang terdiri 1 atau lebih jenis rempah yang ditambahkan ke bahan makan saat disajikan. Kesemuanya nanti bermuara untuk melezatkan makanan yang akan kita santap. Di samping memberikan cita rasa dan aroma pada masakan, semua bahan tersebut berkhasiat bagi tubuh untuk kesehatan dan pengobatan. Asalkan, bahan dan sifatnya tetap terjaga dengan baik.
Rempah, Saus, Bumbu, Kondimen,
Bumbu dan rempah siap pakai

Di zaman yang serba cepat dan praktis ini, orang-orang membutuhkan produk-produk yang serba cepat dan praktis pula. Termasuk juga dalam hal masak memasak. Mereka tak ingin banyak direpotkan dalam membuat masakan. Terutama pada saat membuat bumbu-bumbunya. Oleh karena itu, diberilah solusi dengan membuat produk olahan bumbu yang berasal dari aneka rempah-rempah. Itulah mengapa, ada istilah rempah, saus, bumbu, dan kondimen.

1. Rempah
Rempah masih berupa asli dari bagian tanaman. Biasanya ditambahkan ke masakan dalam jumlah sedikit dengan tujuan memperbaiki cita rasanya. Tak hanya untuk makanan saja, beberapa minuman juga ditambahkan rempah-rempah. Pada umumnya, rempah mengandung minyak asiri dan oleoresin. Minyak asiri memiliki karakteristik mudah menguap. Untuk memperolehnya dipakai teknik destilasi uap. Oleoresin adalah hasil ekstraksi dari pelarut organik setelah minyak asiri terambil.

2. Saus
Saus adalah cairan panas atau dingin, atau produk semi cair yang ditambahkan ke dalam makanan pada saat disajikan. Tujuannya untuk menambah daya tarik makanan melalui penampilannya, aroma, cita rasa, dan tekstur makanan. Saus bisa saja terdiri dari campuran berbagai jenis rempah, ekstrak rempah, atau tak mengandung bahan rempah sama sekali. Contoh saus, antara lain; saus salad, saus sayur, saus buah, saus daging, saus hidangan laut, dll.

3. Bumbu
Bumbu atau yang lebih keren disebut seasoning adalah bahan yang terdiri dari 1 atau lebih rempah yang ditambahkan ke dalam bahan makanan saat diolah. Tujuannya, untuk memperbaiki cita rasa sehingga makanan terasa lebih sedap dan lezat. Contohnya, bumbu tumis kangkung, bumbu rendang, bumbu soto, bumbu tongseng, bumbu sate kambing, dll.

4. Kondimen
Kondimen adalah ramuan yang terdiri dari 1 atau lebih jenis rempah yang ditambahkan pada makanan saat makanan tersebut dihidangkan di meja makan. Tujuannya, memberikan cit rasa makanan tersebut lebih meningkat. Misalnya saja, lada hitam bubuk, lada putih bubuk, daun kemangi, rosemery, dll.

Nah, sekarang bisa membedakan apa itu rempah, saus, bumbu, kondimen dengan jelas bukan? Sekarang Anda bisa memperoleh rempah olahan dalam bentuk siap pakai atau instan saat Anda akan memasak untuk keluarga tercinta. Tinggal membeli bumbu instan di warung atau supermarket. 

Cara Simpan Rempah-rempah dan Pemanfaatannya (jahe, pala, dan fuli)

Cara simpan rempah-rempah pada masing-masing jenis tentu diberi perlakuan yang berbeda-beda. Hal ini bisa dilihat dari bentuknya. Penyimpanan rempah-rempah dalam bentuk segar seperti cabai, jahe, kunyit, kencur, serai, daun salam harus membuang terlebih dahulu bagian-bagian yang tak berguna. Lalu dibilas sampai bersih, selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong plastik, setelah itu baru dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Bila ingin disimpan dalam bentuk kering, perlu memperhatikan suhu pengeringannya, karena rempah-rempah mengandung minyak asiri yang akan mudah menguap. Suhu pengeringan optimal berkisar 50-60 derajat Celcius (bisa memakai bantuan sinar matahari).
Cara Simpan Rempah-rempah dan Pemanfaatannya (jahe, pala, dan fuli)
Jehe segar dimasukkan ke dalam kantong plastik sebelum masuk ke lemari pendingin

Sebelum masuk ke tahap pengeringan yang memakai oven atau di bawah sinar matahari, rempah-rempah perlu diberi beberapa perlakuan. Misalnya saja, jahe segar dicelupkan ke dalam air mendidih selama 2-3 menit atau dicelupkan ke dalam air yang mengandung kalsium klorida 1%. Cabai segar dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung klaium karbonat 1-2%, antioksidan BHA 0,001%. Kunyit segar dicelup dan direbus selama kurang lebih 1 jam dalam larutan natrium karbonat 0,1% supaya penampilannya tetap cerah. Untuk jenis rempah-rempah lainnya seperti cengkih, ketumbar, pala, merica, kayu manis, kapulaga sebaiknya disimpan ke dalam wadah tertutup rapat. Letakkan di tempat yang dingin dan kering supaya aroma rempah-rempahnya tidak hilang.

Cara simpan rempah-rempah dan pemanfaatannya (jahe, pala, dan fuli)

1. Jahe segar dan kering
Penyimpanan terbaik untuk jahe segar yaitu dengan cara membungkusnya dengan kertas atau dimasukkan ke dalam kantong plastik. Jahe segar bisa diolah menjadi jus dengan cara diparut terlebih dahulu atau hanya digeprek saja. Cara penyimpanan yang terbaik untuk jahe kering yaitu dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat di tempat dingin dan gelap. Jahe kering biasanya baru ditambahkan saat masakan sedang mendidih. Masakan-masakan yang menggunakan rempah jahe segar dan kering, antara lain; kari, kecap, masakan daging yang direbus, pikel, steak, kue puding, roti manis, biskuit.

2. Pala dan fuli
Pala dan fuli, baik dalam bentuk utuh maupun bubuk disimpan ke dalam wadah gelas dan letakkan di tempat dingin serta gelap. Pemanfaatannya, pala yang ditumbuk atau yang sudah berupa bubuk biasanya akan ditambahkan jelang akhir pemasakan. Karena aroma pala cepat menguap bila terkena pemanasan yang terlalu lama. Fuli sangat enak dipakai ke dalam aneka kue, puding, custard, saus, sup, masakan berbahan dasar ayam, dan ikan. Pala akan memberi cita rasa dan aroma kuat pada buah yang dipanggang atau direbus, custard, dan saus. Pala juga sangat bagus berpadu dengan rempah-rempah lainnya seperti kapol, kayu manis, cengkeh, jahe, dan lada.

Cara simpan rempah-rempah di atas perlu diterapkan di dapur Anda supaya cita rasa, aroma, dan khasiatnya tetap terjaga. Dengan demikian, saat nanti dipakai untuk berbagai aneka masakan favorit Anda, akan tetap memberi cita rasa dan aroma yang sedap dan lezat. Apa lagi jahe, pala dan fuli banyak digunakan untuk berbagai jenis masakan nusantara.

Bumbu Instan Solusi Buat Orang Sibuk

Perkembangan zaman memang menuntut orang-orang saat ini untuk serba praktis dalam segala hal. Termasuk dalam hal masak memasak. Oleh karena itu, kebutuhan bumbu instan atau bumbu siap pakai merupakan solusi terbaik buat orang-orang sibuk. Kebutuhannya pun semakin meningkat dari waktu ke waktu. 

Saat ini, di pasar swalayan maupun online shop sudah tersedia bumbu-bumbu instan siap pakai untuk berbagai jenis masakan. Misalnya saja, bumbu kari, bumbu rawon, bumbu rendang, bumbu soto, bumbu frankfurter, bumbu bologna untuk membuat masakan khas Italia, bumbu nasi goreng, dll. Bahkan, Anda bisa dengan mudah mendapatkannya di warung-warung atau lewat transaksi online.

Bumbu Instan Solusi Buat Orang Sibuk
Cabe bubuk dan kering siap pakai
Bumbu instan tersebut dikemas dalam suatu wadah yang tertutup rapat. Biasanya dalam bentuk sachet aluminium foil, botolan plastik atau gelas yang benar-benar rapat. Pengemasan seperti ini bertujuan untuk melindungi komponen-komponen aktif yang ada di dalam bumbu dari reaksi oksidasi karena adanya rangsangan kelembaban, panas, dan suhu.

Untuk menyimpan bumbu-bumbu instan agar tidak sampai berubah sifat-sifatnya, pilih ruang yang dingin, kering dan gelap. Tempatkan botol-botol berisi bumbu kering di ruang kabinet atau lemari penyimpan yang berdinding kaca supaya mudah terlihat karena bumbu-bumbu ini akan sering dipakai. Sedangkan untuk bumbu instan kemasan sachet hanya sekali pakai. Harus dihabiskan pada saat itu juga. Tidak boleh disimpan kembali karena akan terkontaminasi dengan udara luar yang nantinya akan terjadi reaksi oksidasi atau ketengikan.

Bumbu instan memang menjadi solusi bagi orang yang memiliki waktu terbatas karena kesibukan bekerja atau berkarir. Walaupun sudah tersedia bumbu-bumbu instan siap pakai, alangkah baiknya juga menyimpan rempah-rempah segar yang awet dalam kondisi tempat kering, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe, kunyit, daun salam, cabai bubuk, cengkeh, ketumbar, lada, pala, kayu manis bubuk, kapulaga dll.

Bumbu Ayam Bakar Keluak

Bumbu ayam bakar keluak ini hasil kreasi dari Nyonya Ani di Jakarta. Cita rasanya tentu gurih karena adanya santan. Tampilan ayam bakarnya memiliki kekhasan tersendiri karena memakai keluak, yaitu tampil coklat gelap yang begitu berselera. Aroma ayam bakar semakin segar berkat daun jeruk yang pastinya akan disukai oleh semua orang.

Resep ayam bakar bumbu keluak
  • 10 buah paha ayam
  • 1 sendok makan air jeruk nipis
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
  • 1 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk purut
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 250 ml santan dari 1/4 butir kelapa parut
  • 50 gram gula merah, sisir halus
  • 1/2 sendok makan asam jawa, larutkan bersama 2 sendok makan air.

Bumbu ayam bakar keluak yang dihaluskan
  • 4 buah keluak, ambil daging buahnya, rendam dengan air panas selama 5 menit, tiriskan.
  • 5 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah
  • 5 butir kemiri sangrai
  • 1 sendok teh terasi goreng
  • 2 cm jahe
  • 1/2 sendok teh garam
Cara membuat:
  1. Lumuri paha ayam dengan air jeruk nipis. Diamkan selama 15 menit.
  2. Panaskan minyak, tumis bumbu ayam bakar keluak yang telah dihaluskan, masukkan daun salam, daun jeruk purut, dan lengkuas sampai harum aromanya.
  3. Masukkan paha ayam, aduk-aduk sampai berubah warna. Tuangkan santan, didihkan.
  4. Tambahkan gula merah dan air asam jawa. Masak sampai semua bahan matang dan santan meresap. Lalu angkat.
  5. Bakarlah paha ayam di atas bara api samgil dibolak balik sampai matang dan berwarna kecoklatan. Angkat dan sajikan dalam keadaan panas-panas.

Daya Tahan Bumbu Instan dan Rempah-rempah Segar

Walaupun di dalam rempah-rempah terkandung senyawa antimikroba dan antioksidan yang mampu mencegah kerusakan bumbu, bukan berarti bumbu-bumbu instan tersebut bisa awet selama mungkin. Rempah-rempah yang sudah berubah wujud akan lebih mudah mengalami kerusakan daripada rempah-rempah yang belum diolah atau masih segar. Oleh karena itu, supaya daya tahan bumbu instan bisa lebih lama, ditambahkan bahan-bahan pengawet.
Daya Tahan Bumbu Instan dan Rempah-rempah Segar
Dengan penanganan yang baik, rempah-rempah segar dan bumbu instan bisa tahan cukup lama

Dengan penambahan garam sebanyak 1-2%, akan membatasi pertumbuhan dan perkembangan mikroba-mikroba yang bisa tahan hidup di dalam bumbu instan. Hanya jenis-jenis mikroba tertentu yang bisa hidup pada kondisi garam dengan konsentrasi tinggi. Sedangkan, pada bumbu yang masih segar, dengan kadar air sekitar 70% atau bumbu berbentuk pasta dengan kadar air sekitar 25-65%, perlu ditambahkan bahan pengawet Natrium benzoat (0,1-0,5%) atau asam sorbat supaya bisa tahan agak lama.

Dengan menerapkan metode pengeringan, daya tahan bumbu instan bisa lebih lama. Asalkan bumbu-bumbu instan kering ini diberi perlakuan dan ditangani dengan baik. Bumbu siap pakai kering atau rempah-rempah kering dengan kadar air maksimal 10%, tak perlu penambahan bahan pengawet apapun. Yang terpenting, ruag tempat penyimpanan baik (tempat sejuk, tidak lembab, dan tidak terkena sinar matahari langsung).

Untuk bumbu-bumbu segar atau rempah-rempah segar, bisa disimpan di dalam lemari pendingin dengan daya tahan antara 7-10 hari. Untuk rempah-rempah giling segar yang banyak dijual di pasar-pasar tradisional biasanya hanya bertahan selama 2-3 hari saja karena kadar airnya masih tinggi dan biasanya cara pengolahan masih kurang higienis.

Daya tahan bumbu instan yang dikemas ke dalam botol bisa bertahan cukup lama. Bila sehabis dipakai, tutup kembali tutup botol rapat-rapat dan simpan kembali di lemari pendingin. Bumbu instan botolan ini bisa bertahan lebih lama bila disimpan ke dalam freezer atau lemari pembeku karena sudah pasti berbagai macam jenis mikroorganisme dan senyawa-senyawa di dalamnya tak akan mampu aktif.

Baca juga
Penyebab penurunan kualitas bumbu
Khasiat bumbu dapur tangkal anek penyakit
Bumbu instan siap pakai
Bahan-bahan bumbu masakan nusantara

Penyebab Penurunan Kualitas Bumbu

Bumbu segar yang diberi perlakuan dengan baik, pada umumnya akan aman dikonsumsi dan baik untuk kesehatan tubuh. Namun, aneka rempah-rempah yang dijual di pasar swalayan maupun tradisional tidak menutup kemungkinan berkualitas rendah. Bisa saja, rempah-rempah tersebut mengalami kontaminasi yang diakibatkan oleh residu pestisida akibat penyemprotan hama penyakit, atau bisa pula adanya kontaminasi kuman-kuman karena cara pemanenan yang tak baik, dll. Hal-hal seperti inilah yang menjadi penyebab penurunan kualitas rempah-rempah di pasaran.
Penyebab Penurunan Kualitas Bumbu
Selama tak terkontaminasi zat-zat berbahaya atau mikroba patogen, rempah-rempah aman dikonsumsi

Menurunnya kualitas bumbu bisa juga disebabkan oleh pengolahan rempah-rempah yang kurang higienis. Misalnya saja, rempah-rempah kurang bersih saat tahap pencucian sebelum masuk ke pengolahan selanjutnya menjadi bumbu. Alat-alat dan mesin pengolahan yang kurang higienis. Atau bisa juga kondisi tempat pengolahan yang kurang memenuhi syarat standar sanitasinya.

Beberapa jenis rempah diketahui juga mengandung senyawa antinutrisi seperti asam fitat, tanin, dan asam oksalat. Senyawa-senyawa tersebut bisa menjadi penyebab penrurunan kualitas bumbu. Senyawa-senyawa tersebut bisa mempengaruhi kesehatan tubuh karena dapat mengikat mineral-mineral dalam tubuh seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), zat besi (Fe), dan seng (Zn). Padahal, mineral-mineral tersebut dibutuhkan oleh tubuh yang seharusnya diserap oleh sistem pencernaan kita. Bila zat antinutrisi ini terdapat dalam konsentrasi tinggi, bisa berakibat kemunculan penyakit karena defisiensi (kekurangan) mineral.

Komponen senyawa fitat terkandung di dalam cengkih, biji pala, ketumbar, dan bawang putih. Senyawa tanin terdapat pada cengkih, kayu manis, daun salam, dan cabe rawit. Sedangkan senyawa oksalat terkandung di dalam cengkih dan daun jeruk purut. Asalkan dalam mengkonsumsi rempah-rempah tersebut masih dalam batas kewajaran, senyawa-senyawa tersebut tidak berpengaruh negatif pada tubuh.

Sampai saat ini belum ada laporan negatif terkait oleh rempah-rempah sebagai penyusun bumbu tradisional bagi kesehatan tubuh. Baik yang bersifat karsinogenik (penyebab kanker) atau mutagenik (yang bisa mengakibatkan perubahan gen). Dengan demikian, penyebab penurunan kualitas bumbu lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal seperti terkontaminasi zat-zat pencemar dan akibat pengolahan rempah-rempah yang tak higienis.

Bumbu Dapur Tangkal Aneka Penyakit

Aroma dan cita rasa khas dari rempah-rempah berkat adanya kandungan komponen bioaktif (komponen-komponen di dalam bahan alami yang bersifat fungsional tertentu di dalam tubuh, misalnya saja; sebagai antimikroba, antioksidan, antiinflamasi dll). Kompoen bioaktif tersebut bisa berupa minyak asiri, flavonoid atau fenolik, alkaloid, dan terpenoid. Dengan demikian, aneka jenis rempah sebenarnya bumbu dapur yang mampu tangkal aneka penyakit.
Bumbu Dapur Tangkal Aneka Penyakit
Bawang merah dan bawang putih, selain menyedapkan masakan juga berkhasiat obat

Adanya komponen-komponen senyawa inilah yang membuat rempah-rempah tak hanya berperan sebagai penyedap cita rasa aneka masakan saja, tapi juga berperan sebagai obat pencegah aneka penyakit dan zat pengawet makanan alami. Itulah kenapa masakan rendang mampu tahan lama, tidak cepat tengik sampai berhari-hari.

Rempah-rempah memiliki kemampuan untuk mengawetkan makanan karena mengandung senyawa antioksidan yang akan melindungi makanan terhadap proses ketengikan (proses oksidasi). Selain itu, di dalam rempah-rempah terkandung senyawa antimikroba yang dapat melindungi makanan dari pertumbuhan dan perkembangan mikroba perusak makanan maupun penyebab penyakit. Semua jenis rempah-rempah ada di bumbu dapur yang sering kita jumpai.

Bawang merah, bawang putih, wijen, cengkeh, lada, cabai, jahe, kunyit, lengkuas, pala, jinten merupakan rempah-rempah yang terbukti memiliki komponen-komponen senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan. Pada cengkeh, aktifitas antioksidan setara dengan antioksidan sintetis Butylated Hydroxytoluene (BHT) yang sering dipakai di industri-industri pangan.

Bawang putih, cengkeh, asam jawa, jinten, lada, dan berbagai rimpang lainnya seperti jahe, kunyit berkhasiat antiseptik atau pembunuh mikroba yang ampuh. Semua bumbu dapur tersebut dicampur menjadi berbagai bumbu masakan seperti bumbu opor, gulai, rendang, dan rawon. Bumbu dapur tersebut mampu tangkal aneka penyakit yang disebabkan oleh bakteri Eschericia coli, Salmonella typhimurium, dan Vibrio cholera.

Bumbu Instan Siap Pakai

Di zaman yang serba praktis ini, kini di pasaran bisa ditemui beragam jenis bumbu instan siap pakai. Di pasar tradisional, bumbu-bumbu yang dijajakan biasanya berupa aneka rempah dalam keadaan masih segar. Ada yang masih berwujud utuh, ada pula yang sudah dalam bentuk olahan (misalnya saja bawang putih giling, bawang merah giling, kemiri giling, dll).

Bumbu Instan Siap Pakai
Bumbu instan siap pakai
Bila kita ingin memasak rendang, nasi goreng, sambal goreng hati, tapi tak hafal ragam bumbu yang diperlukan, di pasar-pasar swalayan sudah tersedia aneka jenis bumbu siap pakai yang sudah lengkap komposisi rempah-rempahnya. Bumbu olahan ini dikemas ke dalam botol plastik, sachet, atau plastik kemasan. Pengemasan bumbu-bumbu olahan ini akan membuat bahan-bahan rempah di dalamnya bisa awet berhari-hari, bahkan berbulan-bulan.

Di pasar swalayan, selain tersedia bumbu-bumbu dalam keadaan segar, juga tersedia bumbu siap pakai dalam bentuk tepung (untuk menggoreng ayam atau pisang), atau berbentuk bubuk kering (bubuk kunyit, bubuk pala). Ada pula bumbu yang sudah matang dalam bentuk adonan pasta yang biasanya dikemas menggunakan aluminium foil atau dimasukkan ke dalam botol gelas. Misalnya saja, bumbu gulai, bumbu rendang, bumbu nasi goreng, bumbu soto, dll.

Keuntungan memakai bumbu instan, antara lain; praktis dipakai karena bisa langsung digunakan dan tak membutuhkan waktu maupun proses yang lama untuk membuat masakan. Meskipun demikian, masih banyak yang berpendapat bahwa memakai bahan-bahan bumbu segar yang diolah sendiri lebih memiliki aroma dan cita rasa yang lebih enak dibandingkan dengan bumbu olahan. Dalam hal soal harga jelas lebih menghemat bumbu-bumbu segar.

Walaupun begitu, bumbu instan siap pakai tetap layak disediakan di rumah Anda. Karena ia memiliki kepraktisan tinggi. Terutama untuk kaum wanita karir yang tak memiliki banyak waktu untuk meracik-racik aneka jenis bumbu dan harus membelinya di pasar tradisional atau swalayan. Wanita karir juga biasanya tak hafal dengan jenis-jenis rempah yang dibutuhkan untuk membuat bumbu jenis masakan tertentu. Bumbu siap pakai mempermudah keperluan memasak Anda.

Baca juga

Bahan-bahan Bumbu Masakan Nusantara

Masakan nusantara memiliki banyak ragam jenis dan cita rasa. Semua masakan Indonesia memakai rempah-rempah dengan komposisi yang berbeda-beda dan takaran yang berbeda-beda pula untuk setiap jenis masakan. Bahkan, ada jenis masakan yang sama, tapi berasal dari daerah yang berbeda, ternyata bahan-bahan bumbu berbeda sehingga berbeda pula cita rasanya. Keanekaragaman jenis masakan Indonesia ini yang menjadikan negeri kita terkenal dengan sebutan 1001 jenis makanan.
Bahan-bahan Bumbu Masakan Nusantara
Rempah-rempah dalam bentuk serbuk

Rempah-rempah yang biasa dipakai dalam aneka masakan nusantara sangat beragam. Ada yang berasal dari rimpang (bagian akar) seperti kunyit, jahe, lengkuas. Ada juga dari batang tanaman seperti serai. Kayu manis yang berasal dari kulit pohon, bahan bumbu dari dedaunan seperti daun jeruk purut, daun kunyit, daun salam. Ada juga bumbu yang berasal dari bunga seperti cengkeh, bahan berasal dari buah seperti asam jawa, asam kandis. Biji tanaman tak luput juga sebagai bahan bumbu seperti biji pala, lada, dan ketumbar. Bahan-bahan bumbu lainnya masih banyak lagi.

Jenis bumbu wajib ada
Dari sekian banyak bahan-bahan bumbu masakan nusantara tersebut, bawang merah dan bawang putih menjadi jenis rempah utama dalam setiap masakan Indonesia. Hampir setiap masakan Indonesia tak pernah ketinggalan menggunakan rempah kedua jenis ini. Bawang merah dan bawang putih memang mampu mengeluarkan aroma yang pasti menggugah selera  setiap jenis masakan.

Bukan cuma bawang merah dan bawang putih, rempah-rempah lain juga mampu memberi aroma yang khas dan memberi cita rasa yang lezat dan sedap. Aroma harum dan tajam dari aneka jenis rempah ini biasanya akan muncul bila dipanaskan. Oleh karena itu, tak perlu heran kalau pada umumnya bahan-bahan bumbu masakan nusantara ditumis atau disangrai terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya.

Bumbu olahan
Aneka jenis rempah-rempah tersebut bisa diolah dalam keadaan segar maupun dikeringkan. Rempah-rempah yang sudah berubah wujud dari aslinya biasanya lebih mudah mengalami kerusakan. Contohnya, rimpang kunyit yang digiling menjadi bentuk bubuk atau serbuk. Bumbu olahan seperti ini mudah rusak karena sistem perlindungan alami rempah-rempah tersebut sudah mengalami kerusakan yang diakibatkan selama pemrosesan seperti penggilingan, pemotongan, pengeringan dll.

Bahan-bahan bumbu masakan Indonesia yang sudah dalam bentuk olahan kering bisa mengalami kerusakan dengan ditandai adanya ketengikan. Terjadinya ketengikan ini karena adanya reaksi oksidasi lemak pada bumbu olahan kering tersebut. Bisa dilihat dari penampilannya yang ditumbuhi miselium kapang yang berupa benang-benang halus atau adanya pertumbuhan spora yang berwarna putih, hitam, abu-abu, atau hijau.

Bahan-bahan bumbu masakan nusantara yang siap pakai (instan) dalam bentuk pasta, kerusakannya bisa ditandai dengan adanya aroma tengik atau aroma khas yang menyimpang dari keadaan normal, tampak pula busa atau muncul gas dan lendir. Semua reaksi kimiawi ini terjadi karena adanya pertumbuhan bakteri yang menyebabkan kerusakan bumbu-bumbu masakan.

Baca juga

Sop Sarang Burung Walet

Sarang burung walet yang dihasilkan oleh air liur burung walet memang berkhasiat mengobati berbagai penyakit, antara lain; sesak nafas atau asthma, paru-paru, panas dalam, bahkan sampai dipakai sebagai pembangkit gairah seksual (afrodisiak). Hal ini bisa saja benar karena berkat nutrisi yang terkandung di dalamnya. Tiap 100 gram sarang burung walet menghasilkan 281 kalori, 37,5 gram protein, 0,3 gram lemak, 32,1 gram hidrat arang, 485 miligram kalsium, 18 miligram fosfor dan 3 miligram zat besi.

Berdasarkan habitatnya, ada dua kelompok jenis burung walet yang bisa menghasilkan sarang untuk dimakan. Jenis burung walet yang hidup di gua-gua tepi pantai (Collocalia fuciphaga) dan jenis burung walet yang hidup di area pemukiman (Collocalia francica vestita). Burung-burung walet ini akan membangun sarangnya di langit-langit gua atau rumah-rumah. Burung walet tak bisa bertengger seperti pada umumnya jenis-jenis burung lain lantaran kakinya yang kecil dan lemah. Ia hanya menempel pada dinding atau atap.

Harga jual sarang burung walet relatif mahal. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat cara memanen sarang burung yang sulit juga memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan tubuh dan mengobati berbagai macam penyakit. Di pasaran, kita bisa memperoleh sarang burung walet dalam bentuk yang sudah bersih atau yang masih kotor. Baik yang bersih maupun kotor dibedakan lagi berdasarkan mutunya, ada yang standar, medium, dan spesial.

Walaupun harga sarang burung walet bisa dibilang 'wah', tak ada salahnya kalau sesekali membuat masakan berbahan dasar sarang burung walet untuk memanjakan keluarga.
Resep sop sarang burung walet (untuk 10 porsi)
Bahan-bahan:

  • Sarang burung walet                                 100 gram
  • Kaldu ayam bening                                       1 liter
  • Dadu kaldu ayam                                         1 buah
  • Daging ayam dipotong dadu                     150 gram
  • Daging asap dipotong korek api               100 gram
  • Kuning telur                                                 2 butir
  • Air jeruk nipis                                              1 sendok makan
  • Garam halus                                                 1 sendok makan
  • Lada halus                                                   1 sendok makan
Cara membuat:
  1. Rendam sarang burung dalam air selama 15 menit sampai mengembang. Angkat dan rebus ke dalam air yang sudah mendidih selama kurang lebih 5 menit sampai matang. Angkat dan tiriskan.
  2. Didihkan kaldu ayam bersama balok dadu kaldu ayam, garam, lada. Masukkan daging ayam yang sudah dipotong bentuk dadu. Sementara itu, kocok kuning telur yang sudah dicampur dengan air jeruk nipis (menghilangkan anyir), lada dan garam secukupnya. Tuangkan kocokan telur ini ke dalam kaldus sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya bentuknya merambut.
  3. Masukkan sarang burung ke dalam kaldu dan biarkan mendidih sekali lagi. Angkat dari api.
  4. Selagi panas-panas, taburkan irisan daging asap ke dalam sop sarang burung walet. Hidangkan sup ini saat masih dalam keadaan panas sampai hangat karena bila sudah dingin rasanya sudah kurang nikmat. 

Mengenal Peranti Dapur

Peranti dapur tidak dapat dipisahkan dari kegiatan kita di dapur sehari-hari. Barangnya bermacam-macam. Untuk memudahkan kita mengisi atau menyingkirkan peranti dapur yang sudah tak terpakai lagi, dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu prahidang, hidangan, dan pascahidang.

Prahidang
Peranti dapur ini meliputi aneka pisau, alas pisau (talenan), alat pengukur seperti timbangan, gelas ukur, aneka macam panci, parutan, alat penghalus bumbu, saringan, ayakan, aneka macam cetakan kue, blender, pengaduk, bak cuci beserta sabunnya, sikat, dan sabut.
Peranti dapur penting yang perlu ada

Hidangan
Berupa peranti yang digunakan untuk mengolah bahan makanan mentah, antara lain: kompor gas, aneka macam panci, wajan, alat-alat penggoreng seperti serok dan sutil, dandang, oven.

Pascahidang
Masakan yang telah matang, perlu dihidangkan dengan penampilan yang menarik supaya bertambah berselera. Untuk itu diperlukan peranti sajian makanan yang cocok, antara lain: aneka bentuk mangkuk, piring, gelas, sendok. Demikian pula dengan peranti lainnya seperti serbet, taplak meja, tablemet, wadah lada, garam, dan kecap.

Peranti dapur penting lainnya, yaitu lemari penyimpan bahan makanan kering, lemari es untuk menyimpan bahan makanan basah, rak piring, tempat beras, lemari bumbu, meja bekerja untuk memasak, dan jam dinding untuk membantu mengetahui lama waktu memasak.

Mari Mencermati Label Kemasan Produk Makanan

Ketika kita berbelanja, apa yang membuat jadi pertimbangan bagi kita untuk membeli suatu produk? Hampir semua orang menjawab serempak "harga barang tersebut". Harga menjadi pertimbangan utama bagi kebanyakan konsumen. Pertimbangan berikutnya yaitu memperhatikan penampilan produk seperti keindahan label, kemasan, merek populer, ada tidaknya atribut tertentu (halal atau kandungan zat-zat tertentu).
Mari Mencermati Label Kemasan Produk Makanan
Sebelum dibeli, cermati label produk-produk makanan ini

Tak banyak yang memperhatikan label pada suatu produk. Yang sering diperhatikan oleh konsumen Indonesia biasanya pencantuman label 'halal'. Selebihnya, kurang diperhatikan. Sebagian orang ada yang berkesempatan membaca label, tapi kurang dicermati. Nah, mulai sekarang, mari kita sedikit meluangkan waktu memeriksa labe dari suatu produk sebelum memutuskan dibeli.

Apa itu label?
Label adalah tulisan, tag, gambar, atau deskripsi lain yang tertulis, dihias, atau dicantumkan dengan cara apapun pada kemasan suatu produk. Pelabelan ditujukan sebagai sarana komunikasi antara produsen kepada konsumen tentang hal-hal yang perlu diketahui oleh konsumennya terhadap produk-produk yang dipasarkan.

Konsumen akan memperoleh informasi tentang isi suatu produk tanpa harus membuka kemasannya. Konsumen dapat mengetahui apa saja yang terkandung di dalam produk makanan tersebut, termasuk hal-hal yang tak terlihat oleh mata atau tak diketahui secara fisik. Dengan keberadaan label ini, konsumen bisa melihat mutu dan keamanan suatu produk.

Label bagi produsen merupakan sebagai sarana berpromosi untuk menarik konsumen. Bagi konsumen, label produk-produk makanan membantu mereka untuk menilai suatu mutu produk tersebut. Tak hanya melihat label halal saja, tapi juga mencakup keamanan produk tersebut. Misalnya, batas kadaluwarsa produk-produk makanan tersebut. Nah, mulai sekarang, tak perlu apriori dengan kemasan suatu produk tertentu. Sebagai konsumen cerdas, mulailah cermati dan perhatikan label yang menyelimuti produk-produk yang akan Anda beli.

Resep Gurami Saos Taoco

Taoco dan taosi serupa tapi tak sama. Keduanya hasil fermentasi kacang kedelai. Taoco dibuat dari kacang kedelai putih, sedangkan taosi dari kedelai hitam. Umumnya taoco bertekstur halus atau agak kasar (beberapa biji kedelai masih terlihat), dan berwarna cokelat muda. Sebaliknya, taosi bertekstur kasar (biji kedelai terlihat utuh). dan berwarna hitam. Bila taosi bercita rasa asin, maka taoco ada yang rasanya asin, ada yang manis.
Resep Gurami Saos Taoco
Ikan gurami ukuran 500 gram siap dimasak saos taoco

Taoco dan taosi banyak dipakai sebagai bumbu penyedap rasa di dapur Asia, untuk seafood, daging, atau pun sayuran. Karena rasa taoco dan taosi cenderung asin, bubuhkan garam bila perlu saja. Pilih taoco dan taosi yang masih baru, tandanya beraroma harum dan penampilannya segar. Tutup rapat botol taoco dan taosi setelah dipakai lalu simpan di lemari es agar kesegaran taoco dan taosi terjaga.

Resep gurami saos taoco
Bahan-bahan

  • Ikan gurami berat 500 gram            1 ekor
  • Jeruk nipis, diambil airnya               1 buah
  • Tepung maizena                              2 sdm
  • Minyak sayur
Bahan-bahan untuk saus
  • Bawang putih, iris tipis-tipis                     4 siung
  • Cabai merah, iris serong tipis                   1 buah
  • Cabai hijau, iris serong tipis                     1 buah
  • Cabai rawit, buang tangkainya saja        20 buah
  • Tomat hijau berat 50 gram, iris tipis         4 buah
  • Taoco manis                                           3 sdm
  • Merica bubuk                                      1,5 sdt
  • Gula pasir                                               1 sdm
  • Minyak wijen                                       1,5 sdm
  • Air                                                      200 ml
Taoco manis
Cara membuat
  1. Bersihkan ikan gurami dari sisik-sisiknya, cuci bersih isi perut, potong melintang menjadi 3 bagian.
  2. Lumuri ikan gurami dengan air jeruk nipis. Diamkan selama 30 menit, tiriskan.
  3. Lumuri ikan dengan tepung maizena sampai merata.
  4. Panaskan minyak, dengan api sedang masukkan ikan gurami sampai matang dan kering. Angkat, tiriskan, taruh di atas piring saji, dan sisihkan sementara dulu.
Untuk saus
  1. Panaskan minyak sebanyak 3 sdm dari bekas menggoreng ikan gurami. Tumis bawang putih sampai terasa aroma harum.
  2. Tambahkan cabai merah, cabai hijau, cabai rawit, dan tomat hijau. Aduk-aduk sampai layu.
  3. Masukkan taoco, merica, gula, minyak wijen, dan air. Masak sampai air mendidih.
  4. Anda boleh memasukan potongan sayuran daun ke dalamnya seperti kangkung, caisim, sawi putih dll
Setelah saus matang, tinggal dituangkan ke atas ikan gurami goreng. Sajikan gurami saus taoco dalam keadaan hangat-hangat.

Mengenal Bumbu Unik Khas Kuliner Thailand

Hidangan Thailand adalah hidangan yang unik. Cita rasanya bermacam-macam, ada pedas, gurih, sedikit manis dengan rempah-rempah daun. Kuliner khas Thailand seperti ini tampaknya karena adanya pengaruh dari kuliner khas negeri tirai bambu. Terutama dari daerah Szechuan untuk jenis-jenis bumbu yang dipakai. Pemilihan bahan-bahan masakan yang segar-segar dipengaruhi oleh kuliner Malaysia yang khas tropis. Adanya santan kental dan pemakaian rempah-rempah yang tajam dipengaruhi oleh kuliner khas India dan Arab.

Berikut ini adalah bumbu unik khas yang banyak dipakai di kuliner Thailand, antara lain:

  • Daun ketumbar berikut akarnya. Dipakai untuk menambah aroma pada hidangan kari, tumisan sayuran, campuran bumbu perendam, dan saus selada. Biasanya daun ketumbar dicincang halus sebelum dipakai.
  • Nam pla (saus ikan) dan kapee (sejenis terasi udang), dipakai sebagai penguat rasa dalam masakan Thailand.
  • Serai, daun jeruk, dan daun kemangi ditambahkan pada hidangan laut untuk memberikan aroma yang segar dan mengurangi bau amis bahan laut.
  • Bawang putih, bawang Bombay, cabai merah, dan lada.
  • Santan digunakan untuk hidangan kari, daging ataupun seafood. Selain itu dipakai juga untuk campuran hidangan penutup.

4 Cara Santap Buah Mangga

Berikut ini 4 cara santap buah mangga yang bisa Anda lakukan, antara lain: pengupasan kulit, mengiris daging buah tanpa pengupasan kulit, disantap layaknya alpukat, dan diisap airnya. Tidak semua 4 cara tersebut diterapkan pada satu jenis mangga. Tiap-tiap jenis mangga memiliki karakteristik yang khas sehingga diperlukan satu cara santap yang khusus untuk memperoleh kenikmatannya. Jadi, kenikmatan mangga tak hanya dari rasa daging buahnya saja, tapi juga cara menyantapnya.
4 Cara Santap Buah Mangga
Cara santap buah mangga tanpa mengupas kulitnya
Buah mangga sudah menjadi buah favorit semua orang karena rasanya yang juicy, segar dan manis. Di pasaran sudah tersedia berbagai varietas buah mangga yang terkenal enak, misalnya saja: arumanis, gedong gincu, manalagi, indramayu, nam dok mai dll. Masing-masing buah tersebut memiliki kekhasan sendiri, baik rasa, tekstur, serat dan kadar airnya. Oleh karena itu, perlu teknik tersendiri untuk menyantap mangga supaya kenikmatannya lebih maksimal.

4 cara santap buah mangga

  1. Pengupasan kulit. Cara yang sudah umum dilakukan oleh orang. Pengupasan kulit mangga banyak caranya tergantung kebiasaan orang mengkonsumsi buah. Misalnya saja, mengupas kulit mangga secara terputus-putus, mengupas kulit mangga tanpa memutus bagian kulit baik dengan arah membujur maupun memutar. Setelah kulit mangga terkupas, daging buah diiris-iris menjadi ukuran kecil-kecil bentuk dadu atau menjadi lembaran tipis. Sesuai selera orang, ada yang menyantap daging buah mangga bersama bumbu kacang seperti pada makanan rujakan.
  2. Pengirisan daging buah tanpa pengupasan kulit. Cara ini bisa diterapkan pada semua jenis mangga. Caranya, cuci mangga sampai bersih. Setelah itu, iris buah membujur setebal daging buah atau sampai menyentuh biji. Setelah itu tinggal melepas bagian kulit mangga seperti layaknya mengupas kulit pisang. Daging mangga siap disantap. Cara santap ini biasanya untuk jenis-jenis mangga yang berserat. Untuk jenis mangga yang tidak berserat seperti arumanis, daging dipotong-potong bentuk dadu yang selanjutnya tiap dadu disantap memakai sendok.
  3. Disantap seperti alpukat. Termasuk cara unik dan langka. Cara ini cocok untuk jenis-jenis mangga tak berserat seperti arumanis dan gadung. Buah mangga harus matang pohon. Caranya, buah mangga dikerat di bagian tengahnya melingkar sampai menyentuh bijinya. Selanjutnya tinggal memisahkan kedua bagian tersebut dengan cara dipuntir lalu ditarik sampai salah satu bagian terlepas dengan bijinya. Bagian yang tanpa biji bisa disantap langsung bagian daging buahnya dengan sendok. Sementara bagian lainnya yang masih ada bijinya harus dilepas dahulu dengan tang. Setelah terlepas tinggal disantap daging buahnya dengan disendok.
  4. Diisap airnya. Cara ini memang jarang dilakukan. Cara ini hanya cocok untuk jenis mangga berserat. Caranya, mangga dicuci bersih, selanjutnya dipukul-pukul sampai bonyok bagian daging buahnya. Setelah itu bagian ujung buah digigit sampai berlubang dan langsung saja diisap airnya layaknya bayi sedang menyusui.

Itulan 4 cara santap buah mangga yang bisa Anda lakukan untuk bisa menikmati rasa buah mangga sekaligus merasakan kenikmatan sensasi memakannya.

Menu Ikan Gurame Terbang Siap Manjakan Lidah Anda

Menu ikan gurame terbang memang membuat siapa saja akan berselera menyantapnya. Dengan tampilan sajian yang cantik membuat setiap orang ingin segera menghabiskannya. Hampir setiap orang menyukai daging ikan asli Indonesia karena memang begitu lezat, empuk dan enak. Gurame memang jawaranya ikan air tawar dalam hal kelezatannya. Ingin mencoba menu masakan ikan ini? Simak terus uraian artikel ini.
Menu Ikan Gurame Terbang Siap Manjakan Lidah Anda
Fillet ikan gurame terbang
Kali ini mengambil kreasi resep ikan gurame terbang yang dipadukan dengan sambal kecombrang. Nantinya, rasa yang tercipta yaitu paduan gurih renyah ikan gurame goreng beserta segarnya asam dari sambal kecombrang.

Menu ikan gurame terbang
Bahan-bahan
  • Ikan gurame berbobot 400 gram
  • Tepung terigu dan tepung beras yang dicampur jadi satu dengan perbandingan 1:1
  • Garam secukupnya
  • Air jeruk nipis
  • Minyak sayur

Bahan sambal kecombrang
  • Cabai rawit merah
  • Cabai keriting
  • Cabai rawit hijau
  • Bawang merah
  • Air perasan jeruk limau
  • Garam
  • Bunga kecombrang

Cara membuat
  1. Bersihkan ikan gurame dan buat filletnya, tapi daging tidak sampai terlepas. Lipat sedikit daging yang di-fillet, selanjutnya tusuk dengan tusuk sate hingga ke bagian mata dan terus sampai menyatu dengan fillet daging di sisi sebelahnya.
  2. Beri bumbu ikan gurame dengan air lemon dan garam. Setelah itu diamkan selama 10 menit supaya bau amis hilang.
  3. Lumuri ikan gurame dengan adonan tepung sampai merata.
  4. Selanjutnya, ikan gurame terbang tinggal digoreng dengan minyak sayur yang banyak sampai tenggelam. Goreng ikan gurame sampai berwarna golden brown.
  5. Cara membuat sambal kecombrang
  6. Bahan-bahan untuk sambal kecombrang diiris tipis-tipis, beri garam dan air lemon. Aduk-aduk sampai merata.



Menu ikan gurame terbang siap disajikan dengan sambal kecombrang bersama dengan nasi hangat. Disantap bersama semua anggota keluarga pada akhir pekan tentu akan menambah keakraban dan kehangatan keluarga Anda.

Aneka Olahan Masakan Sarang Burung Walet

Berikut ini aneka olahan masakan sarang burung walet yang sudah tentu rasanya lezat dan bergizi tinggi. Pada umumnya, sarang burung walet diolah menjadi masakan sup. Hal ini karena sifat bahannya yang berbentuk gel saat diolah. Setelah dikukus, sarang walet sudah bisa dibuat berbagai masakan sesuai selera seperti bumbu soto, sup, bakso, atau bubur. Bahkan, bisa saja hanya menambahkan garam dan kecap saja sudah begitu terasa enak.
Aneka Olahan Masakan Sarang Burung Walet
Sup sarang burung walet
Etnis Tionghoa tampak begitu menggemari masakan sarang walet. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya restoran-restoran yang menyajikan menu air liur burung ini yang dikelola oleh orang-orang keturunan Tionghoa. Kalau di Indonesia, menu istimewa ini kebanyakan tersaji di hotel-hotel berbintang. Maklum, harganya yang memang mahal menjadikan tak semua masyarakat bisa menyantapnya.

Liur Collocalia fuchipaga ini memang sudah terkenal kaya khasiat. Sarang walet mengandung asam amino yang berkhasiat menjaga kesuburan tubuh, meningkatkan vitalitas, obat awet muda, memelihara kecantikan dan mampu menghambat perkembangan sel-sel kanker. Liur burung walet ini mampu merangsang kinerja organ-organ tubuh lebih baik sehingga daya tahan tubuh pun semakin meningkat. Tak heran kalau banyak yang beranggapan aneka olahan masakan sarang burung walet adalah makanan suplemen alami.

Sebelum sarang burung walet diolah menjadi masakan, harus sudah benar-benar dalam keadaan bersih. Selanjutnya, direndam ke dalam air hangat. Tidak boleh dipanaskan dengan api besar yang suhunnya lebih dari 1000 C. Sebab, bisa hancur dan kandungan asam aminonya rusak. Setelah direndam di dalam air, sarang burung walet akan terasa agak lunak. Bila ada bulu, segera dicabut dengan pinset. Nama sarang burung walet siap olah ini disebut yen ou.

Aneka olahan masakan sarang burung walet tak hanya dibuat sup saja. Ia bisa diolah menjadi minuman penghangat. Caranya, masukkan 3 sendok makan gula putih atau 2 bongkah gula batu ke gelas. Beri satu sendok makan bubuk jahe dan aduk sampai rata. Selanjutnya, beri 5 gram sarang walet yang telah dikukus (berbentuk gel atau mirip agar-agar). Tinggal sajikan dalam keadaan hangat. Minuman ini berkhasiat membuat awet muda, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan melancarkan peredaran darah terutama di organ otak.

Resep minuman lainnya, siapkan 8 keping sarang walet yang sudah terbebas dari bulu dan kotoran. Selanjutnya direndam ke dalam air semalaman. Keesokan harinya, taruh ke dalam mangkuk porselen. Sebagai penyedap rasa, beri cairan gula batu, 8 lembar daun jeruk purut dan 2 helai daun pandan.


Resep minuman sarang walet terakhir ini begitu istimewa. Siapkan sarang walet yang telah direndam air hangat selama 2-3 jam sampai terlihat mengembang. Panaskan wajan dan masukkan gula batu. Biarkan gula batu sampai gosong sehingga timbul bau khas. Tuangkan 4 gelas air ke wajan. Biarkan sampai mendidih, selnjautnya tinggal sarang walet dan buah lengkeng yang dimasukkan. Panaskan dengan api kecil supaya sarang walet hancur. Setelah itu tinggal disajikan. Minuman akan terasa lebih segar dengan memberikan 4 bongkah es. Minuman akan terasa enak, segar, manis dan beraroma. Minuman sarang burung walet ini sebaiknya dikonsumsi sebelum perut diisi oleh makanan lain. Biarkan minuman ini di dalam perut selama kurang lebih 2 jam supaya tercerna dengan baik. Setelah itu barulah konsumsi masakan lainnya. Hal yang sama berlaku juga pada aneka olahan masakan sarang burung walet.

Resep Masakan Urap Sayur Tanaman Hias

Disebut resep masakan urap sayur tanaman hias karena bahan-bahan sayuran yang dipakai berasal dari dedaunan tanaman yang biasa di pekarangan rumah dan dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi sebagai tanaman hias sekaligus dapat disayur, antara lain: cakra cikri, mangkokan, bunga kecombrang, daun murbei, daun muda pakis, daun muda singkong, daun muda mengkudu, bayam.
Resep Masakan Urap Sayur Tanaman Hias
Daun murbei, cakra cikri dan bayam yang akan dibuat urap
Untuk bumbu urap masih tetap seperti pada umumnya yaitu dari parutan kelapa ditambah bumbu halus.
Resep urap
1-1,5 mangkok kelapa agak muda yang sudah diparut
1-2 cabe merah
Jahe sepotong kecil
2 siung bawang putih
Kencur sepotong kecil saja
1-2 sendok teh gula
2 daun jeruk purut yang diiris halus
Garam dan penyedap rasa

Cara membuat
Semua sayuran seperti daun cakra cikri, kecombrang, daun murbei, daun muda pakis, daun mengkudu, bayam, daun singkong direbus. Cukup hanya membuat layu saja, tak sampai matang. Untuk daun singkong perlu direbus cukup lama, selanjutnya diiris-iris. Semua baham bumbu diulek sampai halus, kecuali daun jeruk. Setelah bumbu halus, tinggal dicampur dengan kelapa sampai merata. Bumbu segar ini bisa langsung dicampurkan bersama sayuran, tapi bumbu ini tak bisa tahan lama (cepat basi). Supaya bisa agak tahan lama, bumbu bisa dikukus atau dipanaskan dengan sedikit minyak. Bumbu urap yang sudah matang bisa dicampur dengan sayuran-sayuran daun tanaman hias di atas.

Masakan urap sayur tanaman hias di atas, selain enak bergizi juga ramah di kantong karena bahan-bahan sayurnya tak harus membeli. Cukup memanen daun-daun tersebut di pekarangan rumah kita. Daun-daunan tersebut juga berkhasiat sebagai obat. Sangat bagus untuk kesehatan tubuh.

Cara Membuat Bumbu Untuk Aneka Masakan Tahu, Tempe, Ayam, Ikan dan Daging

Berikut ini cara membuat bumbu untuk aneka masakan tahu, tempe, ayam, ikan dan daging yang biasa tersaji di dalam menu harian. Bumbu berisi aneka rempah-rempah yang sebagian tetap utuh, sebagain dihaluskan dan sebagian laginya di-geprek atau cukup dirajang saja. Misalnya saja, masakan ikan gurame bumbu rujak yang hampir sebagian bahan bumbunya dihaluskan. Terkecuali serai yang cukup dimemarkan dan laos yang tetap dibiarkan utuh.
Cara Membuat Bumbu Untuk Aneka Masakan Tahu, Tempe, Ayam, Ikan dan Daging
Nila goreng siram bumbu rujak

Berikut ini 17 cara membuat bumbu untuk aneka masakan tahu, tempe, ayam, ikan dan daging.

Bumbu Bali
Bahan
Bawang merah, bawang putih, cabai, laos, salam, serai, kemiri, kencur, jahe, daun jeruk purut, gula merah, garam, santan (boleh pakai, boleh tidak).

Bumbu besengek
Bawang merah, bawang putih, kunir, kemiri, ketumbar, jintan, laos, salam, serai, gula merah, asam jawa, garam, dan santan. Bisa ditambahkan ulekan cabai merah dan jahe sedikit.

Bumbu dendeng
Bawang merah, bawang putih, ketumbar, jintan, gula merah, kecap manis, asam jawa, laos, garam.

Bumbu kari
Bawang merah, bawang putih, kunyit, cabai, kemiri, ketumbar, jintan, daun jeruk purut, santan.

Bumbu kuning
Bawang merah, bawang putih, cabai, ketumbar, jintan, laos, kunir, kencur, serai, salam, jahe, daun jeruk purut, gula merah, asam jawa, garam, santan.

Bumbu kuah asam
Bawang merah, daun bawang, cabai, jahe, kemangi, tomat, sedikit perasan jeruk.

Bumbu opor
Bawang merah, bawang putih, ketumbar, jintan, kemiri, laos, serai, daun jeruk purut, gula merah, asam atau belimbing wuluh/sayur, santan.

Bumbu rendang
Bawang merah, bawang putih, cabai, laos, jahe, serai, asam jawa atau perasan jeruk nipis, garam, santan.

Bumbu rica
Bawang merah, cabai, tomat atau jeruk nipis, garam, gula.

Bumbu rujak
Bawang merah, bawang putih, cabai, laos, kemiri, kunir, serai, gula merah, asam jawa, garam, santan.

Bumbu pindang kuning
Bawang merah, bawang putih, cabai, kunir, laos, sereh, kemiri, gula merah, garam, asam, daun salam.

Bumbu pindang kecap
Bawang merah, cabai, kunir, laos, salam, asam jawa, gula jawa, garam, kecap manis.

Bumbu pindang keluwek (rawon)
Bawang merah, bawang putih, cabai, kunir, laos, salam, kemiri, asam, garam, keluwek.

Bumbu saksang
Cabai merah, bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, serai, lengkuas, air jeruk nipis, kelapa sangari kemudian ditumbuk.

Bumbu paniki
Bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, gula jawa, asam jawa, santan kental.

Bumbu woku diblanga
Bawang merah, daun bawang, cabai, jahe, kemangi, solasi, serai, daun jeruk purut, minyak jelantah, tomat.

Bumbu tuturuga
Bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, kunir, kemiri, cabai hijau, daun pandan, daun jeruk purut, daun solasi.

Dari 17 cara membuat bumbu untuk aneka masakan tahu, tempe, ayam, ikan dan daging sudah begitu familiar. Hampir tiap hari, menu masakan yang tersaji di rumah maupun di warung makan menggunakan bumbu-bumbu di atas untuk masakannya. Apalagi untuk opor yang biasa terhidang pada saat hari raya Idul Fitri.