Phalaenopsis floresensis, Potensi Tinggi Sebagai Anggrek Potong

Tangkai panjang sampai 40 cm, tegak, jumlah kuntum bisa sampai 20 sehingga anggrek bulan asal Flores ini berpotensi sebagai anggrek potong. Anggrek asli dari daerah Flores, Nusa Tenggara Timur ini berpotensi sebagai induk persilangan. Ia juga termasuk anggrek spesies yang masih langka sehingga perlu dilindungi keberadaannya. Nama anggrek ini adalah Phalaenopsis floresensis.
Phalaenopsis floresensis, Potensi Tinggi Sebagai Anggrek Potong
Phalaenopsis floresensis yang berasal dari Flores, NTT
Anggrek Phalaenopsis floresensis baru teridentifikasi lengkap pada tahun 1993. Nama Flores disematkan karena ditemukan di Flores, Nusa Tenggara Timur. Bunganya berwarna hijau kekuningan, kadang berwarna hijau kekuningan. Terkadang dijumpai bunga dengan warna dominan kuning. Bagi para penyilang anggrek, bunga phalaenopsis warna hijau merupakan warna dambaan.

Kelebihan lain dari anggrek ini yaitu bertangkai tegak, panjang bisa mencapai 40 cm, jumlah kuntum yang menggelayuti tangaki bisa mencapai 40 buah, ukuran kuntum 5 cm. Ukuran kuntum yang kecil ini bisa diperbaiki dengan membuat persilangan dari jenis anggrek phalaenopsis bunga lebar.

Anggrek Phalaenopis floresensis memiliki bentuk bunga bulat karena pada bagian petalnya memang lebar. Bagian ujung lidah sedikit berbulu. Bunga tebal. Bunga ini bisa tahan sampai 2 bulan. Untuk bentuk daunnya tak ada perbedaan yang berarti dengan anggrek lainnya. Daun berwarna hijau polos, sedikit mengkilap.

Berdasarkan dari asalnya, anggrek spesies ini menempati tempat tumbuh yang agak gersang, tapi ternaungi dengan intensitas sekitar 40%. Ia tumbuh baik pada ketinggian 200 m dpl. Anggrek Phalaenopsis floresensis memang layak dijadikan koleksi di kebun anggrek Anda.