Ternak Ayam Arab Putih Petelur, Produktivitasnya TInggi

Ternak ayam arab putih petelur unggul dalam jumlah butir yang dihasilkan dan kebutuhan jumlah pakan yang diberikan. Dari 100 ekor ayam arab putih, 85 ekor bertelur tiap harinya dan jumlah pakan yang dibutuhkan hanya 7-7,5 kg/harinya. Pakan terdiri dari konsentrat, bekatul, jagung dan mineral. Harga telur ayam arab putih sama dengan harga telur ayam arab silver dan merah. Hitung-hitungan usaha ternak ayam ini jelas lebih menguntungkan.
Ternak Ayam Arab Putih Petelur, Produktivitasnya TInggi
Telur ayam arab putih seperti telur ayam kampung
Ayam arab putih atau nama kerennya white braekels akan memasuki puncak produktivitasnya saat umur 7 bulan. Barula saat memasuki tahun ke-2, produktivitas telurnya menurun sekitar 15-20% atau hanya bisa bertelur sekitar 55-60% dari total jumlah ayam yang dipeliharanya. Ayam arab putih merupakan hasil mutasi dari ayam arab silver dan ayam arab merah. Keduanya ayam petelur unggul yang produktivitasnya mampu di atas 85%. Ayam ini tidak memiliki sifat mengerami, tahan terhadap penyakit tetelo dan lumpuh. Sifat-sifat unggul ini masih terwariskan kea yam arab putih.

Ternak ayam arab putih petelur layak diusahakan karena memiliki keunggulan rajin bertelur dan memiliki sosok mungil sehingga kebutuhan pakannya lebih sedikit. Bobot ayam arab putih sekitar 1,2 kg dengan kebutuhan pakan sekitar 70-75 gram/ekor/hari. Bandingkan dengan ayam arab merah dan silver yang butuh pakan sebanyak 80 gram/ekor/hari.

Bobot telur ayam arab putih 37-39 gram/butir, sedangkan ayam arab silver dan merah sekitar 40-42 gram/butir. Walaupun bobot telur ayam arab putih lebih ringan, tapi produktivitasnya yang tinggi dan kebutuhan biaya pakan yang lebih sedikit, ternak ayam ini lebih menguntungkan bila dipandang dari segi pengusahaan.


Pasar telur ayam kampung menghendaki warna kerabang putih. Hal ini tentu terpenuhi dari warna telur ayam arab yang berwarna putih. Dengan demikian, telur ayam arab putih ini bisa diterima pasar dengan baik. Untuk memperoleh bibitnya DOC, hasil telur yang ditetaskan, sebagian besar berkelamin betina (80%) sehingga peluang keberlangsungan ternak ayam arab putih petelur bisa terjamin. Asalkan, para peternak tidak mengawinkan terus-menerus indukan dari satu keturunan. Persilangan indukan dari genetik yang berbeda sangat dianjurkan supaya sifat-sifat unggulnya bisa diperoleh.