Suiseki, Batu Bernilai Seni Tinggi

Bila dilihat sekilas, suiseki tak ada bedanya dengan batu-batu lainnya. Namun, bagi penggemarnya, suiseki adalah batuan yang memiliki nilai seni tinggi, tercipta secara alamiah akibat proses alam, khususnya yang berkaitan dengan peristiwa erosi oleh air. Batuan ini selanjutnya ditampilkan secara khusus sebagai miniatur alam. Batuan ini dinikmati, direnungi dan dikagumi keindahan maupun keunikannya.
Suiseki batu bernilai tinggi
Suiseki
Jenis suiseki bisa berupa pemandangan alam, simbolik dan abstrak. Jenis lainnya seperti serat yaitu batuan yang memiliki serat, urat, dan alur yang indah. Ada pula suiseki yang menonjolkan keindahan warna dan batuan fosil. Untuk batuan fosil bisa secara utuh atau sebagian, menggambarkan jejak keindahan dan misteri jaman purba kala seperti fosil ikan, daun, serangga, kerang dsb.

Suiseki memiliki kriteria nilai, antara lain; keseimbangan (balance), kesebandingan (proportion), keiramaan (rhytm), kekontrasan (contrast) dan keharmonisan dan kesatuan (harmony and unity). Dipertimbangkan pula tingkat kekerasan batu (hardness). Kekerasan yang mendekati sempurna harus lebih dari 4,5 skala MOHS. Tandanya, batu tersebut tidak akan tergores oleh pisau dan warnanya cenderung gelap, coklat atau hitam. Bila kekerasannya kurang dari 4,5 MOHS, tapi bentuknya bagus, nilainya bisa tinggi. Alat pengukur kekerasan batu yaitu goldtester.

Suiseki tidak boleh mengalami tretment dari tangan manusia karena batuan ini hasil ciptaan dari alam dan merupakan seni yang berasal dari alam. Batuan yang sudah pecah tak memiliki nilai lagi.